Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan, UIN Jakarta Gelar Seminar Internasional SOM MABIMS ke-50
Jakarta– Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta (UIN Jakarta) dijadwalkan menggelar seminar internasional dalam rangka Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), Senin (2/11/2026), di Hotel Sari Pacific, Jakarta. Kegiatan bertajuk Seminar Kertas Tema bertajuk "Khayru Ummah: Berbagi Praktik Baik untuk Membangun Masyarakat Islam Berperadaban" ini merupakan bagian dari dukungan UIN Jakarta kepada Kementerian Agama Republik Indonesia dalam menyukseskan agenda kerja sama keislaman di tingkat regional.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D. mengatakan, keterlibatan UIN Jakarta dalam kegiatan internasional ini menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi keagamaan Islam negeri dan Kementerian Agama. Melalui dukungan tersebut, UIN Jakarta mengambil peran dalam mendukung pelaksanaan agenda diplomasi keislaman, memperkuat dialog antarnegara, serta mendorong kontribusi akademik bagi pengembangan kerja sama Islam di kawasan Asia Tenggara.
“Kami menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Kementerian Agama kepada UIN Jakarta untuk mendukung penyelenggaraan seminar dalam rangka SOM MABIMS ke-50. Bagi kami, keterlibatan ini merupakan bentuk komitmen UIN Jakarta untuk berkontribusi dalam menyukseskan agenda Kementerian Agama, khususnya dalam memperkuat kerja sama keislaman di tingkat internasional,” ujar Asep.
Ia menambahkan, dukungan perguruan tinggi dalam agenda internasional Kementerian Agama merupakan kesempatan untuk mengoptimalkan kapasitas akademik dan kelembagaan dalam mendukung kepentingan bersama. UIN Jakarta, lanjutnya, berkomitmen untuk menjalankan amanah tersebut melalui koordinasi dan kerja sama dengan berbagai pihak terkait.
“Perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung diplomasi keagamaan dan memperkuat hubungan antarnegara. Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang pertukaran gagasan dan pengalaman yang bermanfaat bagi pengembangan kehidupan keagamaan yang konstruktif di kawasan,” lanjutnya.
Menag: Perguruan Tinggi Perlu Dilibatkan Sesuai Kapasitas
Sebelumnya, Menteri Agama RI, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., menegaskan pentingnya melibatkan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan kegiatan internasional Kementerian Agama. Menurutnya, pembagian peran berdasarkan kapasitas masing-masing lembaga dapat mendukung efektivitas pelaksanaan kegiatan.
“Kita punya perguruan tinggi, sehingga kegiatan-kegiatan tertentu bisa dilimpahkan kepada mereka sesuai dengan kapasitasnya. Misalnya, kalau kegiatan dilaksanakan di Jakarta, kita bisa melibatkan perguruan tinggi yang berada di Jakarta,” jelas Nasaruddin dalam audiensi bersama Rektor UIN Jakarta di Masjid Istiqlal, Jumat (23/10/2026).
Menag juga menekankan bahwa penyelenggaraan kegiatan internasional perlu mengacu pada kesepakatan negara-negara anggota agar koordinasi dan pembagian peran dapat berjalan sesuai ketentuan yang telah disepakati. Dalam konteks SOM MABIMS ke-50, kerja sama tersebut melibatkan empat negara anggota, yaitu Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Selain itu, terdapat negara-negara peninjau, yakni Timor-Leste, Thailand, Filipina, dan Myanmar.
Perkuat Kolaborasi Keislaman di Asia Tenggara
Seminar internasional ini menghadirkan narasumber dari negara-negara anggota MABIMS. Peserta yang diundang meliputi delegasi MABIMS, pejabat eselon I dan II Kementerian Agama, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan perguruan tinggi, termasuk sivitas akademika UIN Jakarta.
Penyelenggaraan seminar merupakan bagian dari rangkaian SOM MABIMS ke-50 yang berlangsung di Jakarta pada 1–4 November 2026. Pertemuan ini menjadi forum koordinasi negara-negara anggota dalam membahas berbagai agenda keislaman sekaligus memperkuat kerja sama regional.
Bagi UIN Jakarta, Ketua Panitia Kegiatan Jejen Jaenudin M.Ed. Ph.D. menambahkan, dukungan terhadap kegiatan tersebut menegaskan peran strategis perguruan tinggi keagamaan dalam membangun jejaring internasional dan memperluas kontribusi keilmuan Islam. Sinergi dengan Kementerian Agama diharapkan dapat terus berkembang, tidak hanya dalam penyelenggaraan agenda internasional, tetapi juga dalam penguatan pendidikan, penelitian, dan pertukaran pengetahuan lintas negara.
“Melalui keterlibatan ini, UIN Jakarta berkomitmen terus mendukung program-program strategis Kementerian Agama serta berkontribusi dalam memperkuat kerja sama keislaman yang inklusif, produktif, dan berkelanjutan di kawasan Asia Tenggara,” pungkasnya. []
Pusat Informasi & Humas LP2M UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
