Gedung SPs, BERITA UIN Online – Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia, Sayyid Esam Ahmad Abid al-Taghafy, menyampaikan kuliah umum bertajuk “Krisis Yaman dan Peran Kerajaan Arab Saudi serta Upayanya untuk Menemukan Solusi dan Negosiasi Damai” di Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Selasa (26/10/2021).

Dubes Esam datang ke SPs UIN Jakarta didampingi oleh sejumlah staf Kedubes pukul sekira 10.00 WIB. Ia disambut Wakil Direktur Hamka Hasan dan Ketua Program Magister Pengkajian Islam Zamhari Arief. Direktur Asep Saepudin Jahar tampak tidak berada di tempat karena sedang mengikuti Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) Kementerian Agama di Solo, Jawa Tengah.

“Beliau (Direktur Asep Saepudin Jahar) sedang berada di Solo bersama bu rektor (Rektor UIN Jakarta Amany Lubis),” kata Hamka Hasan.

Karena tidak berada di tempat, sambutan keduanya dilakukan langsung melalui kanal Zoom dari Solo. Asep menyatakan permohonan maaf atas ketidakhadirannya di acara tersebut seraya mengucapkan terima kasih kepada Dubes Esam yang telah datang memberikan kuliah umum. Sambutan dan pernyataan yang sama juga disampaikan Rektor Amany Lubis.

“Saya mohon maaf kepada yang mulia Dubes Esam karena tidak mengira akan hadir langsung ke lokasi,” ucap Rektor.

Karena masih masa pandemi Covid-19, acara kuliah umum Dubes Arab Saudi Sayyid Esam Ahmad Abid al-Taghafy dilakukan secara blended, yakni offline dan online. Mahasiswa yang hadir secara offline di Auditorum SPs UIN Jakarta dibatasi hanya 50 persen dari kapasitas dan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Sebagian besar mahasiswa mengikutinya melalui Zoom.

Sementara itu, dalam pidatonya yang hanya berdurasi sekira 30 menit, Dubes Esam menyampaikan bahwa Arab Saudi mengaku prihatin atas perang saudara yang berlangsung di Yaman. Krisis Yaman, menurut Esam, merupakan tragedi kemanusiaan yang harus segera diakhiri.

Arab Saudi, ujar Esam, pada prinsipnya mendukung penuh perdamaian di Yaman. Bahkan selama terjadinya krisis, negeri kaya minyak itu telah menggelontorkan dana ratusan juta dolar AS guna membantu pemulihan ekonomi di Yaman.

“Kami harus memperhatikan keberlangsungan ekonomi dan pendidikan di negara (Yaman, Red) tersebut,” ujar Dubes Esam.

Seperti diketahui, Republik Yaman saat ini sedang dilanda krisis perang saudara selama hampir tujuh tahun sejak 2014. Perang antara pasukan pro-pemerintah yang didukung Arab Saudi dan pasukan pemberontak Houthi itu telah menewaskan ribuan orang termasuk anak-anak dan wanita. (ns)

Share This