Gd. FDI, BERITA UIN Online— Dosen Fakultas Dirasat Islamiyah (FDI) UIN Jakarta DR Tgk H Rusli Hasbi, lakukan safari dakwah di negara Amerika. Kegiatan tersebut dilakukan atas undangan dari Komunitas Muslim Amerika (KMA) bekerja sama dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI).

Saat ditemui BERITA UIN Online di ruang kerjanya, dosen kelahiran Aceh Utara 1956 tersebut menuturkan, dalam safari dakwah tersebut, dirinya membawa misi besar untuk memperkenalkan Islam sebagai agama rahmatan lil ‘alamien kepada masyarakat Amerika baik yang muslim maupun non muslim.

“Kita berusaha memperkenalkan Islam sebagai agama yang sebetulnya manusia butuhkan. Sekaligus, kita mencoba menepis anggapan bahwa agama Islam adalah agama teroris, radikal serta anggapan negatif lainnya tentang Islam,” jelas Ustadz Rush (sapaan akrab mahasiswa kepadanya).

Lebih jauh, dosen lulusan S3 bidang Ushul Fiqh di Sudan itu menambahkan, dirinya bukan kali pertama diundang untuk mengisi ceramah di Amerika dan beberapa negara lainnya. Sejak beberapa tahun lalu, ia telah melakukan safari dakwah mulai dari benua Asia, Afrika, dan Amerika.

“Ramadhan tahun 2017 lalu, saya diundang ke AS selama satu bulan lebih. Bahkan, saat itu saya bersama muslim AS terlibat dalam proses pembelian sebuah gereja yang tidak dipakai lagi untuk dijadikan sebagai Masjid. Alhamdulillah sudah terealisasi,” terang Hasbi.

Agenda 2018

Tahun ini, Rusli Hasbi, kembali diundang ke negeri Paman Sam. Dirinya berada di negara tersebut selama satu bulan lebih, mulai menjelang Ramadhan sampai Idul Fitri 1439 H.

“Saya diundang oleh komunitas muslim Amerika untuk mendampingi ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di negara Amerika Serikat,” kata Rusli.

Selama berada di Amerika, Rusli Hasbi mengisi pengajian dan pendampingan ibadah, termasuk qiyamul lail, di beberapa masjid. Di antaranya di Los Angeles, Atlanta, New York, Flarida, Boston, Philadelphia, Chichago, Colorado, San Francisco, Washington DC, dan beberapa kota lainnya. Sementara di penghujung Ramadhan, Rusli terbang ke Canada untuk mengisi tausiah dan pendampingan ibadah di Toronto dan Calgary.

“Saat Idul Fitri saya kembali lagi ke Amerika Serikat, sekaligus menjadi khatib Idul Fitri di salah masjid di New York,” tandas Rusli.

Pada akhir pemaparannya, Rusli mengatakan bahwa di tahun 2019, dirinya pun telah diundang oleh KMA untuk melakukan safari dakwah dan pendampingan ibadah di Amerika Serikat.

Mengharumkan Nama Islam, UIN Jakarta, dan Indonesia

DR Tgk H Rusli Hasbi berhasil mengharumkan nama Islam, UIN Jakarta dan Indonesia di luar negeri, terutama di Amerika Serikat dan Canada yang dikenal sebagai negara sekuler. Dakwah yang disampaikannya betul-betul menyentuh mad’u non-muslim. Berbekal wawasan yang luas, dinamis, dan kosmopolit, dirinya banyak mengangkat banyaknya persamaan dari pemikir-pemikir Islam untuk memperkuat sekaligus melahirkan daya pikat Islam terhadap non-muslim.

Dia memandang, Islam adalah agama yang sangat toleran, memberi tempat bagi perbedaan pandangan, budaya, dan agama-agama lain. “Adanya tindak kekerasan dalam sejarah Islam adalah karena dimulai dari pihak luar Islam. Orang membalasnya untuk mempertahankan diri,” sebut Rusli Hasbi.

Siapa Rusli Hasbi?

Rusli mengawali pendidikannya di Dayah Babussalam Bireuen. Selepas dari Dayah yang dipimpin oleh ulama kharismatik Aceh, Tgk H Muhammad Amin (Abu Tumin), Rusli mengabdikan diri sebagai pengajar pada Dayah Al-Furqan Bambi, Pidie (1983-1986).

Pada tahun 1986, Rusli memutuskan untuk melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Al-Azhar Mesir dan S3 di Sudan. Dr. H.  Rusli Hasbi, MA meraih gelar Doktor di bidang Ushul Fiqh di Sudan. Selama mengajar di Al Furqan Bambi, dan menjadi dosen di UIN Jakarta. Rusli kemudian mendirikan pesantren Qalbun Salim yang berlokasi di Tangerang. Pesantren tersebut, selain member pengajaran tentang ilmu agama, juga sebagai sarana mengggodok dan membina hafiz yang fasih berbahasa Arab dan sekaligus menjadi muballigh. (lrf/aceh.tribunnews.com)

Share This