Dorong Perekonomian Masyarakat, KKN 250 Nairava UIN Jakarta Sosialisasikan Budidaya Maggot

Dorong Perekonomian Masyarakat, KKN 250 Nairava UIN Jakarta Sosialisasikan Budidaya Maggot

 
Tim Redaksi PIH UIN Jakarta

Tangerang, BERITA UIN Online – Mahasiswa KKN 250 Nairava UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menyosialisasikan budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) kepada masyarakat Desa Legok, sebagai upaya mendorong pemanfaatan maggot untuk kebutuhan pakan ternak sekaligus membuka peluang ekonomi masyarakat. Program bertajuk SIMAGGOT (Sistem Mandiri Pengolahan Sampah Organik dengan Maggot) tersebut dilaksanakan di BUMdes Desa Legok sejak Sabtu (01/08/2026) melalui sosialisasi, praktik budidaya, dan pendampingan hingga tahap pemanfaatan hasil panen.

Pelaksanaan program diawali dengan sosialisasi kepada anggota PKK, Ketua BUMDes Desa Legok, Muhammad Yusuf, dan sejumlah staf BUMDes. Setelah sosialisasi, mahasiswa KKN 250 Nairava memberikan praktik budidaya maggot BSF sekaligus melakukan pendampingan dan monitoring secara rutin untuk memastikan proses pemeliharaan berjalan dengan baik.

Program SIMAGGOT dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah organik secara mandiri. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memperkenalkan tahapan budidaya mulai dari penetasan telur hingga pembesaran maggot. Masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai pemberian pakan, perawatan harian, serta pemeliharaan maggot hingga memasuki masa panen.

Selain dimanfaatkan sebagai alternatif pakan ternak, maggot BSF menghasilkan kasgot atau sisa media budidaya yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Pemanfaatan tersebut menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah sekaligus memperpanjang manfaat sampah organik melalui proses budidaya yang sederhana.

Untuk menjaga keberlanjutan budidaya, mahasiswa KKN 250 Nairava melakukan monitoring secara rutin. Kegiatan ini meliputi pemantauan perkembangan maggot, pemberian pakan sesuai jadwal, serta pemeriksaan kondisi instalasi biopon. Mahasiswa juga membangun kandang khusus untuk menampung maggot yang telah memasuki fase prepupa dan pupa sebelum melanjutkan proses pemeliharaan.

Hasil budidaya kemudian dimanfaatkan secara langsung oleh BUMDes Desa Legok. Pada Senin (24/8/2026), maggot hasil panen diberikan sebagai pakan entok milik BUMDes. Kegiatan tersebut dilakukan bersama anggota PKK dan Ketua BUMDes sebagai bentuk keterlibatan masyarakat dalam pemanfaatan hasil program SIMAGGOT.

Pemanfaatan maggot sebagai pakan ternak menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik tidak berhenti pada upaya mengurangi limbah. Sampah yang sebelumnya menumpuk dapat dialihkan menjadi sumber daya yang bermanfaat, sementara hasil samping budidaya dapat digunakan untuk kebutuhan lain seperti pupuk organik.

Melalui SIMAGGOT, KKN 250 Nairava mendorong masyarakat Desa Legok untuk melihat sampah organik dari sisi yang berbeda, yakni sebagai sumber daya yang dapat dikelola dan dimanfaatkan. Program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk menerapkan pengelolaan sampah secara mandiri dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang berguna bagi kehidupan sehari-hari.