Cikini, BERITA UIN Online—Vivi Uliana, Mahasiswi Jurusan Ilmu Perpustakaan, Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Jakarta menyampaikan pesan tentang pentingnya literasi untuk diseriusi semua elemen masyarakat. Literasi diperlukan guna menciptakan warga masyarakat Indonesia berwawasan.

Pesan disampaikan Vivi dalam loma Presentasi Literasi yang digelar Dinas Perpustakaan dan Arsip DKI Jakarta guna meramaikan Hari Anak Baca Jakarta (Hanjaba) 2018 di Taman Ismail Marzuki, Cikini, Kamis (20/9/2018). Hanjaba 2018 sendiri dibuka langsung Gubernur DKI Jakarta Anies R. Baswedan.

Dalam ajang tersebut, Vivi memaparkan pentingnya membangun literasi dengan menumbuhkan budaya membaca di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, membaca merupakan hal paling niscaya dalam menumbuhkan masyarakat berperadaban. “Karena itu, mari kita sama-sama mendorong budaya membaca, budaya positif,” ajaknya.

Pentingnya membangun literasi, sambung Vivi, telah coba dilakukannya dengan membentuk gerakan Kampung Buku. Bersama teman-teman yang memiliki ide dan perhatian sama, Kampung Buku mendorong budaya membaca dengan mendirikan Taman Bacaan Mandiri di Cibubur, Jakarta Timur.

Selain itu, gerakan ini menginisiasi program Gowes Literasi. Salahsatu programnya, mendekatkan buku kepada pembaca dengan membawa buku-buku bacaan ke pusat-pusat keramaian dengan media sepeda.

Untuk mempromosikan kegiatannya, Vivi dan teman-teman di Kampung Buku mengayuh sepeda pembawa buku dari Cibubur, Jakarta Timur, ke Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Mereka menyapa masyarakat pembaca dengan buku-buku yang dibawa sepanjang lintasan. Atas hal ini, Kampung Buku berhasil menyabet penghargaan Original Record Indonesia di Hari Aksara 2017.

Agar program literasi ini bisa lebih berpengaruh luas, Kampung Buku juga mempromosikan literasi dengan menggulirkan Sepeda Literasi ke berbagai daerah terluar. Bekerjasama dengan Pramuka dan PMI, Kampung Buku mengutus pesepeda literasi menggowes sepeda bukunya dari Sabang-Meraukau dan dari Pulau Miangas-Pulau Rote.

Sepeda Literasi ke daerah terluar ini dimulai sejak 11 Maret 2018 lalu. Dengan jarak 15.000 KM dan waktu tempuh selama 700 hari, pesepada ini diproyeksikan mencapai garis finish di tahun 2020 mendatang. (Farah NH/M. Najiyudin/ZM)

Share This