Auditorium SPs, BERITA UIN Online – Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Kamaruddin Amin menyatakan, doktor lulusan Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) harus sama dengan doktor lulusan dari berbagai universitas terkenal di Eropa. Sebab, program tersebut tidak sama dengan program doktor reguler yang bersifat lokal.

“PMLD merupakan program unggulan berkelas internasional, bukan program lokal. Karena itu karya-karya mahasiswa PMLD harus mampu dibaca dunia,” katanya saat membuka masa Orientasi Studi bagi peserta penerima beasiswa PMLD Kemenag di Auditorium Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Senin (19/8/2019).

Hadir pada pembukaan Wakil Rektor Bidang Akademik Zukifli, Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf, Wakil Direktur Hamka Hasan, Ketua Program Studi Program Doktor Didin Saepuddin, Ketua Program Studi Program Magister JM Muslimin, dan Sekretaris Program Doktor Usep Abdul Matin.

Peserta PMLD, kata Guru Besar UIN Makassar itu, disiapkan Kemenag agar menjadi sarjana-sarjana unggul yang ahli dalam bidang kajian Islam dan akademisi Islam mumpuni. Dengan kata lain, peneyelengaraan PMLD diproyeksikan untuk menghasilkan sarjana berkualitas serta memiliki ghirah sebagai akademisi berkelas dunia.

“PMLD boleh dibilang sebagai pilot project baru Kemenag. Selain hanya menerima peserta dengan jumlah terbatas, juga hanya diselenggarakan di dua perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) di Indonesia, yakni UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta,” jelasnya seraya menambahkan bahwa penyelenggaraan PMLD akan diperluas di PTKIN lain di Indonesia dan sesuai kebutuhan.

Untuk itu, Kamaruddin Amin berharap agar selama masa Orientasi Studi peserta PMLD dapat mengikuti dengan baik. “Masa Orientasi Studi merupakan gerbang awal peserta memasuki kawah candradimuka dunia akademik. Silakan ikuti dengan baik, termasuk selama perkuliahan berlangsung nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf dalam sambutannya mengatakan, SPs UIN Jakarta merasa mendapat kehormatan untuk menyelenggarakan PMLD dengan peserta yang disiapkan secara khusus oleh Kemenang. Peserta PLMD sendiri akan diarahkan oleh para dosen yang sudah memiliki pengalaman internasional.

Namun, katanya, proses pembelajaran di SPs UIN Jakarta sepenuhnya menjadi tanggung jawab mahasiswa untuk belajar lebih aktif dan mandiri.

“Yang membuat Anda pintar ya Anda sendiri. Tugas dosen hanya membimbing dan mengarahkan,” katanya.

Jamhari juga mengingatkan bahwa menjadi peserta PMLD merupakan prestasi yang harus disyukuri. Peserta PMLD, sebutnya, tak hanya sampai di jenjang magiter melainkan lanjut ke jenjang doktor yang dibiayai secara penuh oleh Kemenag.

“Jadi, Anda harus bermimpi besar. Tak hanya untuk PTKIN tetapi juga Indonesia dan bahkan dunia. Anda harus menjadi warga dunia, mampu membaca karya-karya dunia dan menghasilkan karya-karya yang dibaca oleh dunia,” tandasnya.

Masa Orientasi Studi diikuti oleh sebanyak 20 peserta. Mereka merupakan peserta yang dinyatakan lulus seleksi pada 28 Januari 2019. Masa Orientasi Studi berlangsung selama dua pekan pada 19-30 Agustus 2019.

Seperti diketahui, PMLD merupakan program pendidikan beasiswa yang diselenggarakan Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam pada Direktorat Jenderal Pendidikan Islam. Program ini hanya diperuntukkan bagi sarjana lulusan S1 dengan latar belakang bidang studi keagamaan, seperi  tafsir, hadis, pemikiran Islam, hukum Islam, sejarah peradaban Islam, dakwah, pendidikan Islam, ekonomi Islam, serta bahasa dan sastra Arab. (ns)

Share This