Ciputat, BERITA UIN Online— 475 santri berbagai pondok pesantren dari berbagai daerah di Sumatera, Banten, dan Jabar mengikuti seleksi Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) Luar Negeri di UIN Jakarta, Selasa (14/5/2019). Mereka merupakan bagian dari 992 santri peserta seleksi PBSB Luar Negeri Kementerian Agama RI dengan tujuan kuliah ke Universitas al-Azhar Kairo, Mesir.

Bersama beberapa lembaga pendidikan lainnya, UIN Jakarta dipercaya menjadi salah satu lokasi ujian PBSB Luar Negeri. Lainnya, UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk 105 santri, MAN 1 Semarang untuk 111 santri, ITS Surabaya untuk 203 santri, dan MAN 2 Model Makassar untuk 98 santri.

Kegiatan seleksi sendiri dilakukan mulai pukul 08.00 WIB pagi hari. Karena seleksi yang dilakukan menggunakan sistem ujian berbasis komputer atau sistem Computer Based Test (CBT), para santri mengikuti seleksi di sejumlah kelas pembelajaran komputer, baik di Pusat Teknologi Informasi maupun Pusat Laboratorium Terpadu UIN Jakarta.

Dalam pantauan BERITA UIN Online, selain tes potensi akademik dan bahasa Arab dan Inggris, materi ujian yang harus dikerjakan para peserta adalah tes kepesantrenan yang meliputi khazanah Islam Indonesia dan substansi ilmu kepesantrenan. Selain itu, mereka juga mendapat tes kemampuan bidang studi. Sebagian besar materi diberikan dengan menggunakan bahasa Arab.

Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama RI, Dr. H. Ahmad Zayadi MA, yang meninjau kegiatan seleksi mengungkapkan, PBSB Luar Negeri tahun ini menetapkan kuota 30 orang peserta lolos seleksi untuk dikuliahkan di Universitas al-Azhar Kairo. Di universitas ini, para santri yang lolos seleksi akan kuliah dengan beasiswa Kementerian Agama, mulai dari beasiswa pelatihan sebelum berangkat, transportasi, biaya kuliah, biaya hidup, asrama, dan kitab-kitab hingga mereka selesai studi.

“Tahun ini, Ditjen Pendidikan Islam menganggarkan beasiswa full ke Al-Azhar Kairo. Ini merupakan terobosan baru. Kita berharap ke depannya akan dibuka pilihan pada kampus-kampus bergengsi di negara lain,” jelasnya.

Seleksi sendiri, terangnya, dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama mencakup ujian bahasa Arab dan Inggris dan pengetahuan keislaman para santri. Santri yang lolos seleksi tahap pertama akan diikutkan dalam seleksi tahap kedua yang menguji kemampuan berbahasa Arab dan hafal al-Quran. Pada tahap kedua, peserta akan diuji langsung oleh penguji dari Universitas al-Azhar.

Selanjutnya, peserta yang dinyatakan lolos seleksi tahap kedua bakal diikutkan dalam kegiatan penguatan kemampuan berbahasa Arab. Agendanya, kegiatan terakhir dilaksanakan pada di akhir Juni mendatang. Program ini diharap meningkatkan kemampuan berbahasa Arab santri hingga level 3 sesuai standar Al-Azhar Kairo. “Hal ini supaya tidak menghambat perkuliahan santri saat tiba di Kairo,” terangnya lagi.

Di tepi lain, menanggapi kegiatan PBSB ini Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Hj. Amany Lubis menyampaikan terimakasih atas kepercayaan Kementerian Agama RI menjadikan UIN Jakarta sebagai salah satu lokasi seleksi PBSB. Ia juga mengapresiasi program PBSB sebagai langkah maju dalam mencetak generasi terbaik Muslim Indonesia untuk menempuh pendidikan di salah satu universitas terbaik dunia tersebut. “Semoga program ini bisa menghasilkan ulama-ulama Indonesia di masa depan,” tutupnya. (zae)

Share This