Deteksi DNA Babi Dalam Hitungan Menit: Inovasi Peneliti UIN Jakarta untuk Keamanan Produk Makanan dan Obat Halal
Bagaimana cara memastikan makanan dan obat benar-benar bebas kandungan babi secara cepat dan akurat? Apakah ada metode yang lebih sederhana dibanding pemeriksaan laboratorium konvensional, tanpa mengurangi keakuratan hasilnya?
Pertanyaan ini dijawab lewat penelitian terbaru Prof. Flori R. Sari, M.D., Ph.D., dosen Fakultas Kedokteran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, bersama timnya. Dalam studi berjudul "A Qualitative Rapid Detection of Sus scrofa DNA using Loop-Mediated Amplification (LAMP) Isothermal Assay for Halal Food and Drug Detection at the Point-of-Care" yang terbit di Bangladesh Journal of Medical Science tahun 2026, tim ini mengembangkan metode deteksi DNA babi (Sus scrofa) ber basis Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP), sebuah alternatif pemeriksaan halal yang lebih cepat, sensitif, dan mudah diterapkan langsung di lapangan.
Kehalalan pangan dan obat adalah kebutuhan penting, terutama bagi masyarakat Muslim. Seiring berkembangnya industri halal di Indonesia, proses autentikasi produk memastikan makanan, obat, kosmetik, dan produk lain benar-benar bebas kontaminasi babi menjadi semakin krusial. Sayangnya, metode deteksi yang selama ini dipakai, seperti PCR, FTIR, dan NMR, masih membutuhkan peralatan laboratorium mahal, waktu pemeriksaan yang lama, serta tenaga ahli untuk mengoperasikannya.
Di sisi lain, kebutuhan akan metode pemeriksaan cepat di lokasi (point-of-care) terus meningkat. Metode yang praktis dan mudah digunakan diharapkan bisa mempercepat proses verifikasi halal tanpa harus bergantung pada fasilitas laboratorium lengkap.
Metode LAMP Menawarkan Deteksi Halal yang Lebih Cepat
Penelitian yang dilakukan Flori R. Sari, Chris Adhiyanto, Mella Ferania, dan tim mengembangkan metode Loop-Mediated Isothermal Amplification (LAMP) yang dimodifikasi untuk mendeteksi DNA Sus scrofa pada berbagai sampel daging dengan tingkat pengenceran berbeda. Berbeda dari PCR konvensional, teknik ini mengamplifikasi DNA pada suhu tetap, sehingga pemeriksaannya lebih sederhana dan tidak memerlukan peralatan laboratorium yang rumit.
Hasil penelitian menunjukkan metode LAMP mampu mendeteksi DNA babi secara kualitatif maupun kuantitatif hingga tingkat pengenceran 100.000 kali (0,00286 ng/µL)—sensitivitas yang bahkan melebihi PCR konvensional. Hasil pemeriksaan pun bisa langsung diketahui lewat perubahan warna larutan dari merah muda menjadi kuning, sehingga identifikasi dapat dilakukan dengan cepat tanpa memerlukan alat pembaca khusus.
Akurasi Tinggi dengan Peralatan yang Lebih Sederhana
Selain lebih cepat, metode LAMP juga memiliki akurasi yang sangat tinggi. Seluruh sampel yang dinyatakan positif maupun negatif dengan metode LAMP memberikan hasil yang sama ketika dikonfirmasi ulang menggunakan PCR sebagai metode standar. Berdasarkan hasil pengujian tersebut, metode LAMP memiliki sensitivitas dan spesifisitas masing-masing sebesar 100%, sehingga mampu mendeteksi keberadaan DNA babi dengan sangat akurat.
Keunggulan lainnya, metode ini hanya membutuhkan alat pemanas sederhana sehingga dapat digunakan di berbagai lokasi meskipun fasilitas laboratoriumnya terbatas. Hal ini membuka peluang penerapan metode LAMP di pasar tradisional, rumah potong hewan, industri pangan skala kecil, hingga daerah terpencil yang membutuhkan pemeriksaan halal secara cepat dan efisien. Selain praktis, metode ini juga dinilai lebih ekonomis dibandingkan dengan PCR maupun real-time PCR.
Berpotensi Memperkuat Sistem Jaminan Produk Halal
Penelitian ini juga menunjukkan bahwa metode LAMP berpotensi besar mendukung sistem jaminan produk halal di Indonesia. Peneliti mengusulkan penggunaan DNA strip test sebagai pemeriksaan awal, yang kemudian dilanjutkan dengan metode LAMP sebagai tahap konfirmasi. Kombinasi kedua metode ini dinilai mampu menghasilkan proses verifikasi halal yang lebih cepat, akurat, dan hemat biaya dibandingkan dengan metode laboratorium konvensional saja.
Pendekatan tersebut dinilai sangat sesuai diterapkan oleh lembaga sertifikasi halal, unit pengawasan pangan, maupun instansi terkait yang memiliki keterbatasan sumber daya dan fasilitas laboratorium. Dengan metode yang lebih sederhana, pengawasan terhadap produk halal dapat dilakukan secara lebih luas, bahkan hingga ke tingkat daerah.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa metode LAMP merupakan inovasi yang menjanjikan untuk mendukung autentikasi halal pada pangan dan obat. Sesuai dengan rekomendasi penulis, penerapan metode ini secara lebih luas berpotensi meningkatkan kecepatan, ketepatan, dan aksesibilitas proses verifikasi halal, terutama di wilayah dengan sumber daya terbatas. Dengan demikian, sistem jaminan produk halal di Indonesia diharapkan menjadi semakin efektif dalam melindungi konsumen serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang beredar di pasaran.
Sumber Artikel Jurnal
Judul Penelitian: A Qualitative Rapid Detection of Sus scrofa DNA using Loop- Mediated AMPlification (LAMP) Isothermal Assay for Halal Food and Drug Detection at the Point-of-Care
Publikasi Jurnal: Bangladesh Journal of Medical Science, Vol. 8 No. 02, April 2026, hlm. 518–525
Penulis: Flori R. Sari, C. Adhiyanto, Mella Ferania, Rizkiani Juleshodia Wulandari, Nurul Inayah, Sri Harini, Imam Tazi, Arif Zamhari, Suryani, Wiwis Sasmitaning Hidayah, Muthmainnah
Sumber: https://www.banglajol.info/index.php/BJMS/article/view/88736
Akreditasi: Scopus Q2
Media Analyst PIH: Amanda Rahmadani Putri, Fauziah Muslimah M.I.Kom, Keisha Mutiara Qalbia
Ulasan Artikel Riset adalah tulisan review dari artikel jurnal penelitian yang ditulis oleh para dosen dan mahasiswa di UIN Jakarta yang membahas isu terkini yang dekat dengan masyarakat sebagai temuan science, rekomendasi atau studi kasus pada fenomena sosial
Pusat Informasi dan Humas UIN Jakarta
