Gedung FITK, BERITA UIN Online– Sebanyak 25 delegasi Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM) Filipina mengunjungi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta guna mempelajari Pendidikan Islam pada Selasa (18/6/2019).

Di FITK ini, para delegasi disambut Wakil Rektor Bidang Kerjasama Prof Dr Andi M Faisal Bakti MA, Dekan FITK Dr Sururin MAg, para Wakil Dekan, dan sejumlah dosen di Ruang Sidang FITK lt 2. Turut hadir Direktur Pendidikan Tinggi Islam Prof Dr M Arskal Salim GP MA sebagai perwakilan dari MORA (Minister of Religius Affair/Kementerian Agama) yang menginisiasi kunjungan tersebut.

Dalam sambutan di hadapan rombongan delegasi yang diketuai Deputy Minister for Bureau of Madrasah Education (Wakil Menteri untuk Biro Pendidikan Madrasah) Ismail Gayak Abdullah, Sururin menjelaskan secara singkat profil FITK UIN Jakarta.

“Ada 14 Program Studi di fakultas ini, terdiri dari 12 Prodi Strata Satu dan empat Prodi Magister,” ujar Sururin dalam bahasa Inggris.

Untuk pelajar Bangsamoro yang akan masuk UIN Jakarta, sambungnya, FITK siap menerimanya terutama yang akan melanjutkan studinya di FITK UIN Jakarta, baik Program S1 maupun S2 Magister.

“Untuk dosen yang akan melanjutkan program doktoralnya dalam bidang Islamic Studies, bisa mendaftar di Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta di kampus 2,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Selaku Wakil Rektor Bidang Kerjasama, Andi menjelaskan peluang kerjasama akademik yang bisa dilakukan antara UIN Jakarta dengan BARMM.

“Kami tawarkan kerjasama akademik dalam bentuk pertukaran pelajar, dosen, staf, guru besar, dan penelitian bersama,” ujar Andi yang pernah menjadi dosen di beberapa perguruan tinggi di Filipina itu.

Untuk legal formalnya, lanjut Andi, akan diurus kemudian melalui Pusat Layanan Kerjasama Internasional (PLKI) UIN Jakarta dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) atau memanfaatkan perjanjian kerjasama yang sudah terjalin antara Kemenag dengan Kementerian Luar Negeri Filipina.

Sementara itu, Direktur Pendis Arsekal Salim turut memberikan penjelasan tentang sistem pendidikan Islam di Indonesia. Menurutnya, pengelolaan pendidikan tinggi di Indonesia itu berada di bawah Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kementistek Dikti) untuk pendidikan umum dan di bawah Kemenag untuk pendidikan Islam.

“Itu masih dibagi menjadi PT Negeri dan Swasta. Untuk PTKIN, kita memilki 58 PTKIN, dengan 17 UIN, selebihnya IAIN dan STAIN yang menjadikan Indonesia sebagai negara dengan PTKIN terbesar di dunia,” ujar Arsekal.

Pada kesempatan dialog, Ismail Abdullah berharap BARMM bisa belajar banyak tentang pengelola lembaga pendidikan Islam, konsep, sistem, kurikulum dan tenaga pendidik.

“Kami ingin tahu banyak tentang sistem pendidikan tinggi Islam di Indonesia dan kami juga ingin mendapat informasi yang akurat dengan mengunjungi perguruan tinggi, Islamic Learning Center dan lembaga pendidikan Islam di Indonesia,” katanya.

Ia berharap kunjungan ini menghasilkan pembelajaran bagaimana membangun pendidikan yang terintegrasi, juga ingin menjelajari rancangan pendidikan islam yang dapat dijadikan acuan untuk pengembangan pendidikan tinggi Islam dan madrasah di Filipina, ucapnya.

Selain itu, kunjungan ini juga dilakukan untuk mengetahui poin-poin khusus yang bisa digali dan selanjutnya diterapkan pada pendidikan islam di BARMM Filipina, terang Ismail.

Setelah penyambutan delegasi, rombongan tamu melanjutkan kunjungan ke Madrasah Pembangunan UIN Jakarta yang menjadi Lab School FITK didampingi Dekan dan para Wadek FITK. (lrf/mf)

Share This