Ciputat, BERITA UIN Online— Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes), UIN Jakarta mendukung langkah tim medis Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam menanggulangi darurat pandemik Covid-19. Dukungan dilakukan dengan kolaborasi produksi cairan penyanitasi tangan atau hand sanitizer ‘Shihah’ yang dibutuhkan masyarakat dalam mencegah sebaran virus pandemik Corona tersebut.

Demikian rilis resmi ACT seperti dikutip BERITA UIN Online, Rabu (25/3/2020). Koordinator Tim Medis ACT dr. Muhammad Riedha Bambang menuturkan pihaknya sengaja memilih Prodi Farmasi Fikes UIN Jakarta guna mempercepat ketersediaan hand sanitizer yang semakin dibutuhkan masyarakat.

“Kita kerja sama dengan Prodi Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan UIN Syarif Hidayatullah. Selama ini kita sempat dapat permintaan dari beberapa pihak, baik dari puskesmas, dari rumah sakit, dari masyarakat, bahwa mereka kehabisan hand sanitizer karena sudah langka,” katanya.

Menurut Riedha, produk hand sanitizer sendiri diproduksi dalam ratusan botol ukuran mililiter. Selanjutnya, ratusan botol hand sanitizer ini dibagikan ke fasilitas kesehatan dan masyarakat.

Produksi cairan penyanitasi tangan dilakukan untuk membantu masyarakat menjaga kebersihan diri. Kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar ACT dalam program Bersama Lawan Corona.

Untuk itu, sambungnya, kerja sama dengan Prodi Farmasi UIN Syarif Hidayatullah akan terus dilakukan seiring bahan baku dan wadah tersedia. Saat ini, menurut keterangan dr. Riedha, bahan baku utama yakni alkohol dan wadah kemas, cukup langka di pasaran. “Nanti rumah sakit kita kasih per jeriken, kalau yang ukuran kecil untuk masyarakat perseorangan,” jelas dr. Riedha.

Kepala Prodi Farmasi Fikes UIN Jakarta, Dr. Nurmeilis, M.Si, Apt. menuturkan jika pihaknya menyambut positif ajakan memproduksi hand sanitizer bersama ACT. Sebagai institusi yang memiliki fasilitas laboratorium lengkap dan sesuai standar, Prodi Farmasi bisa berpartisipasi dalam melakukan perlindungan publik di tengah ancaman Covid-19 dengan menyediakan produk hand sanitizer merk Shihah.

“Kami sangat mendukung sekali ya, ada lembaga yang bisa menyalurkan hand sanitizer. Kami juga merasa peran sebagai farmasis saat ini sangat dibutuhkan masyarakat,” jelasnya.

Nurmeilis menambahkan, hand sanitizer yang diproduksi Prodi Farmasi UIN Jakarta sendiri secara ketat mengikuti prosedur Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sebab itu, Nurmeilis mengatakan, cairan tersebut aman digunakan dengan mematuhi imbauan yang disertakan pada setiap botol. (act/zaenal muttaqin)

Share This