Auditorium, BERITA UIN Online – Untuk pertama kalinya, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerard Plate berkunjung ke kampus UIN Jakarta. Kunjungan pria kelahiran Manggarai, Nusa Tenggara Timur, 10 September 1956, itu disambut sekira 4.000 mahasiswa yang memadati gedung Auditorium, Rabu (11/3/2020).

Menteri Johnny datang dengan mengenakan pakaian bergaya anak muda. Berjaket kasual putih dan berlogo Kominfo, bercelana jeans gelap, serta bersepatu kets hitam-putih. Ia hadir untuk memberikan ceramah sekaligus pembekalan kepada para mahasiswa yang akan melaksanakan kuliah kerja nyata (KKN).

Tiba di lokasi sekira pukul 10.00, Menteri Johnny disambut Rektor UIN Jakarta Amany Lubis, Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Ahmad Rodoni, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Khoiruddin, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Jajang Jahroni, dan Kepala Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) Kamarusdiana.

Kehadiran menteri di Kabinet Jokowi itu sudah dinanti mahasiswa sejak pukul 07.00. Ruang Auditorium yang hanya berkapasitas 1.000 orang pun mendadak jadi penuh hingga ke luar gedung. Mereka seolah tak sabar untuk segera melihat penampilan menteri yang pengusaha itu berceramah.

Saat masuk Auditorium, Menteri Johnny kemudian disambut tepuk tangan mahasiswa. Suara gemuruh pun menggema seisi ruangan. Menteri Johnny lalu membalas tepungan tangan mahasiswa seraya berkali-kali melempar senyum.

Menteri Johnny mengaku sangat senang bertemu dengan para mahasiswa. Apalagi mereka merupakan mahasiswa yang akan ber-KKN, mengabdi kepada masyarakat.

Di depan para mahasiswa yang semuanya duduk di lantai, Menteri Johhny bercerita bahwa desanya merupakan miniatur Indonesia atau desa multi etnis. Konon, di Ruteng, tanah kelahirannya itu, waktu usia SD ia sering berolahraga di lapangan depan masjid sebelum tiba waktu Magrib. Bahkan ia juga terbiasa mendengar suara azan berkumandang.

“Mendengar suara azan bagi saya sudah terbiasa,” katanya.

Dalam kesempatan itu juga Menteri Johnny dalam ceramahnya bertajuk “Menyongsong Kewirausahaan Digital Indonesia” mengajak mahasiswa untuk melek teknologi digital. Karena digitalisasi dewasa ini sudah berkembang pesat dan tidak bisa dihindari lagi. Bangsa Indonesia mau tidak mau harus mempersiapkan talenta digitalnya.

Menteri Johnny juga mengungkapkan bahwa Kominfo saat ini sedang menyiapkan tiga program unggulan. Pertama, program Gerakan Nasional Literasi Digital yang ditujukan bagi masyarakat umum. Program ini di antaranya memberikan pelatihan dasar mengenai keterampilan digital. Kedua, program Digital Talent Scolarship, yaitu memberikan pendidikan bagi para mahasiswa dan sarjana perguruan tinggi untuk menjadi pekerja teknisi di bidang digital.

“Ketiga, kita juga siapkan program Digital Leadership Academy, yaitu memberikan pendidikan bagi para pejabat di sektor publik dan privat, termasuk dosen dan kepala dinas, untuk meningkatkan keterampilan digital,” katanya.

KKN mahasiswa akan digelar pada Agustus mendatang di lima kabupaten, yaitu Tangerang dan Lebak di Provinsi Banten serta Bogor, Cianjur, dan Sukabumi di Provinsi Jawa Barat. KKN diikuti oleh sekira 4.000 peserta yang dibagi ke dalam 200 kelompok. (ns)

Share This