Jakarta, BERITA UIN Online – Sebagai lembaga pendidikan tinggi, UIN Jakarta siap akan melakukan kajian mendalam terkait pencegahan terorisme. Pencegahan tersebut di antaranya dapat dilakukan melalui pola kerja sama dengan berbagai pihak, baik aparat penegak hukum maupun elemen masyarakat lain.

Hal itu dikatakan Rektor Amany Lubis saat berdiskusi mengenai terorisme pada Focus Group Discussion (FGD) tentang Monitoring Pelibatan Masyarakat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Sabang, Jakarta Pusat, Sabtu (11/5/2019). FGD dihadiri dari berbagai perwakilan lembaga, seperti universitas, kementerian/lembaga, ormas, kepolisian, Kesbangpol, dan organisasi wartawan.

“UIN Jakarta ingin lebih aktif di bidang pencegahan terorisme dan ekstremisme di Jakarta, bukan hanya di Banten,” katanya.

Menurut Rektor Many Lubis, universitas atau perguruan tinggi diharapkan dapat lebih aktif mengkaji dan mencegah terorisme serta memberikan solusi terbaik guna menangani masalah negara dan bangsa. Soalnya, hasil pengkajian di banyak lembaga, masalah terorisme sering kali tidak komprehensif dan bahkan menempatkannya ke dalam intoleransi.

Oleh karena itu UIN Jakarta akan bersinergi dengan berbagai pihak dalam memberikan literasi bagi pencegahan terorisme. Upaya tersebut dilakukan, misalnya, melalui seminar, FGD, dan pelatihan.

“UIN Jakarta siap melaksanakan kerja sama. Melalui forum tersebut, saya di antaranya mengusulkan agar ada relawan yang berada di gugus depan sebagai tenaga penyuluh bagi kalangan perempuan dan remaja. Relawan tersebut akan bertugas saat terjadi aksi teror,” ujar Rektor.

FGD yang digelar pada 9-12 Mei 2019 itu selain membahas upaya-upaya pencegahan terorisme, juga menyusun calon pengurus FKPT DKI Jakarta masa bhakti 2020-2022. (ns)

Share This