Auditorium, BERITA UIN Online – Para calon peserta kuliah kerja nyata (KKN) diminta untuk banyak melalukan eksplorasi terhadap wilayah perdesaan. Hal itu penting untuk menumbuhkan pengalaman dan wawasan tentang perdesaan, baik secara geografis, sosiologis maupun budaya.

Demikian dikatakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Jajang Jahroni saat memberikan pembekalan kepada sekira 4.000 mahasiswa calon peserta KKN di Auditorium Harun Nasution, Kamis (27/2/2020).

Jajang mengatakan, desa memiliki karakteristik budaya yang khas dan berbeda dengan kota. Mempelajari kehidupan masyarakat desa sangat berguna bagi pengembangan dan pembangunan wilayah. Apalagi di desa masih banyak masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan.

“Mahasiswa harus tahu bahwa kemiskinan karena faktor ekonomi dapat berpengaruh kepada sikap dan pola pikir masyarakat. Misalnya tidak dapat melanjutkan pendidikan dan bahkan tak sedikit yang harus nikah-cerai atau terjadi pernikahan dini,” katanya.

Di luar kasus-kasus tersebut, masyarakat miskin perdesaan juga umumnya rentan terhadap penipuan. Misalnya diiming-imingi jadi tenaga kerja di Batam atau di Singapura tapi akhirnya malah disuruh jadi pekerja seks komersial.

Karena itu Jajang berharap kegiatan mengeksplorasi suatu wilayah perdesaan sangat bermanfaat bagi mahasiswa, termasuk dengan kegiatan KKN yang nanti akan dilaksanakan. Selama KKN, katanya, mahasiswa juga harus banyak bertanya dan harus tahu keadaan, jangan diam saja.

“Silakan jadikan KKN sebagai arena yang menyenangkan (happy fund) dan enjoy. Jangan dibuat sebagai beban,” ujarnya. (ns)

Share This