Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – British Council Indonesia (BCI) menawarkan kepada seluruh dosen dan mahasiswa UIN Jakarta untuk kursus dan pelatihan bahasa Inggris melalui Program English for Indonesian. Kursus diberikan secara gratis dan akan digulirkan melalui skema kerja sama Memorandum of Agreement (MoA).

Hal itu diungkapkan Direktur BCI Paul Smith saat bertemu dengan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis di Ruang Rektor, Senin (29/4/2019). Dalam kunjungan tersebut Paul ditemani oleh sejumlah staf BCI, sedangkan Rektor Amany Lubis didampingi Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Andi Faisal Bhakti.

Paul menyatakan tertarik untuk bekerja sama dengan UIN Jakarta. Sebab, kata dia, UIN Jakarta merupakan kampus Islam terbesar di Indonesia dan banyak berkontribusi bagi pengembangan Islam wasathiyah (moderat) serta Islam yang rahmatan lil ‘alamin (rahmat semesta alam).

“Kami sangat tertarik dengan UIN Jakarta sejak lama, tepatnya sejak saya tiga tahun bertugas di Indonesia. Kami tertarik karena UIN Jakarta merupakan kampus yang sangat baik,” katanya.

Menurut Paul, BCI sudah lama ada di Indonesia dan sudah banyak membantu dalam pengembangan bahasa Inggris melalui program English for Indonesia. Sasaran program adalah para dosen, guru, dan mahasiswa Indonesia yang ingin belajar bahasa Inggris.

“Saat ini ada sedikitnya 150 ribu guru di Indonesia yang mempelajari dan mendalami bahasa Inggris,” jelasnya.

Selain program pengajaran bahasa Inggris bagi guru dan dosen, BCI juga memiliki banyak program lain yang menawarkan keterampilan berbahasa.

Dalam penawaran kerja sama (MoA), menurut Paul, BCI akan memberikan kursus dan pelatihan gratis, baik bagi para dosen maupun mahasiswa. Bahkan, BCI juga menawarkan program gelar ganda (double degree) antara Universitas Birmingham dan UIN Jakarta.

“Pada 13 Mei 2019 mendatang akan ada dua profesor dari Universitas Birmingham ke UIN Jakarta untuk menjajaki kerja sama program baru tersebut,” ujarnya.

Rektor Amny Lubis menyambut positif diadakannya penawaran BCI dalam program kerja sama baru tersebut. Ia berharap penguatan bahasa Inggris di UIN Jakarta akan semakin meningkat seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi dan perkembangan global.

“Teknisnya nanti akan diatur bersama Pusat Pengembangan Bahasa, termasuk dengan Sekolah Pascasarjana,” katanya. (ns)

Share This