Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Dalam waktu dekat, UIN Jakarta akan menyelenggarakan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) 2019. Acara yang akan diselenggarakan selama tiga hari, Jumat-Minggu (29-31/03) di Hotel El Royal, Bandung tersebut, akan diikuti oleh seluruh jajaran pimpinan baik pusat maupun fakultas, panitia, serta segenap sivitas akademika UIN Jakarta.

Kepala Biro Perencanaan Keuangan, Khairunas sekaligus Ketua Pelaksana Rakerpim 2019, saat diwawancara BERITA UIN Online mengatakan, ada banyak agenda pembahasan pada rakerpim nanti. Sedikitnya tiga agenda yang menjadi fokus pembahasan sekaligus rancangan ke depan bagi perkembangan UIN Jakarta.

“Rakerpim yang mengusung tema Penguatan Manajemen Menuju Good Governance tersebut, akan membahas beberapa hal bagi kemajuan UIN Jakarta. Tidak hanya itu, kita juga akan mengevaluasi beberapa hal terkait rencana strategis (Renstra) sekaligus meninjau kembali apa yang belum tercapai serta bersama mencari solusi atas permasalahan yang ditemukan,” pukasnya.

Terkait persiapan, masih menurut Khairunas, pihak panitia terus melakukan koordinasi, komunikasi, dan evaluasi progres persiapan pelaksanaan acara tersebut. Terlebih, mengenai naskah akademik yang akan menjadi pedoman arah pelaksanaan rapat besar lima tahunan itu.

“Kami dari panitia mengusung slogan rakerpim ini, yaitu zero complain dan zero problem. Oleh karenanya, panitia benar-benar serius mempersiapkan pelaksanaan rapat tersebut agar berjalan sebagaimana diharapkan. Sehingga, nantinya menghasilkan poin-poin penting yang akan direalisasikan guna kemajuan UIN Jakarta,” tandas Khairunas.

Ditanya mengenai narasumber, Khairunas mengatakan, bahwa pihak panitia akan mengundang beberapa pakar, diantaranya pakar di bidang manajemen, dan IT.  Hal ini, dalam upaya menyokong ikhtiar UIN Jakarta untuk mengintegrasikan seluruh aplikasi, agar mempermudah akses dan penggunaannya untuk melihat pengembangan UIN ke depan.

“Nanti akan dibahas pula mengenai pengembangan bisnis UIN Jakarta, atau yang kami sebut Rencana Strategis Bisnis Anggaran (RSBA). Karena saat ini, BLU UIN Jakarta sekitar 90 persennya masih bergantung pada UKT mahasiswa. Ke depan, jika bisnis-bisnis UIN Jakarta sudah mulai lebih diberdayakan, maka dapat meningkatkan kesejahteraan sivitas akademika melalui remunerasi,” jelas Khairunas.

Selain pengembangan bisnis UIN, dalam rakerpim nanti juga akan dibahas mengenai e-SMS (Electronic System Management Strategic). Hal ini akan dikembangkan dan sosialisasikan ke seluruh satuan kerja yang ada di lingkungan UIN Jakarta.

“Mengenai peserta, sampai saat ini segenap jajaran pimpinan baik pusat maupun fakultas sudah bersedia untuk hadir. Terutama para dekan yang baru saja dilantik, diharapkan dapat memberikan ide-ide cemerlang bagi pengembangan UIN Jakarta ke depan,” harap Kepala Biro PK sekaligus menutup wawancara. (lrf)

Share This