Jakarta Timur, BERITA UIN Online—  Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam (BPI) dan Prodi Kesejahteraan Sosial (Kesos) UIN Jakarta sepakat digandeng Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya Jakarta untuk bekerjasama. Hal ini dilakukan setelah kedua prodi, bersama-sama sejumlah prodi yang sama dari 11 perguruan tinggi nasional dan mitra- sepakat menandatangani kerjasama membina perempuan eks penjaja cinta komersial dan perempuan korban perdagangan manusia di Jakarta Timur, Rabu (30/01/2019).

Kesepakatan kerjasama dilakukan dengan menandatangani naskah kerjasama Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya Jakarta dengan para mitra, termasuk Prodi BPI dan Prodi Kesos. Kedua prodi diwakili ketua prodi masing-masing, Ketua Prodi BPI Rini Laili Prihatini M.Si dan Ketua Prodi Kesos Lisma Dyawati Fuaidah. Dari Balai Rehabilitasi Watunas sendiri diwakili Kepala Balai Sarino M.Si.

“Alhamdulillah, tadi siang, Prodi BPI dan Prodi Kesos mewakili UIN Jakarta diundang Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya menjadi dua dari beberapa mitra kerjasama yang dipercaya dalam membina perempuan penghuni balai,” ujar Rini.

Berbeda dengan Prodi Kesos, kerjasama Prodi BPI dengan Balai Rehabilitasi sudah berlangsung sebelum tahun 2010. Dengan begitu, kerjasamanya lebih merupakan perpanjangan kerjasama. “Lepas dari itu, kerjasama ini sama-sama memiliki manfaat cukup besar bagi pengembangan akademik sivitas kedua Prodi,” jelasnya lagi.

Baik Prodi BPI maupun Prodi Kesos, terang Rini, melihat kerjasama ini memberi tiga manfaat sekaligus. Ketiganya, perluasan peluang riset dosen dan mahasiswa, pengabdian masyarakat, dan peluang kegiatan praktikum bimbingan penyuluhan sekaligus kerja sosial mahasiswa kedua prodi.

“Di aspek riset, kerjasama menyediakan peluang pengembangan keilmuan. Di sisi pengabdian masyarakat, berperan meningkatkan pelatihan kerja sosial dan penyuluhan agama serta terapi spiritual,” paparnya lagi.

Diketahui, Balai Rehabilitasi Sosial Watunas Mulya Jaya Jakarta yang berlokasi di Pasar Rebo, Jakarta Timur ini merupakan salah satu dari beberapa balai pembinaan dan pelatihan perempuan eks penjaja cinta komersial dan korban perdagangan perempuan. Balai yang berada di bawah Kementerian Sosial ini melakukan pembinaan bagi perempuan penyandang masalah tuna susila dan perempuan korban perdagangan manusia atau woman trafficking sejak 1959 lalu. (zae)

Share This