Oleh:      Yuni Anggraeni

               Dosen Prodi Apoteker dan Prodi Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Salah satu upaya untuk melindungi diri dari coronavirus diseases 2019 (covid-19) adalah dengan cara menjaga kebersihan tangan. Mencuci tangan dengan sabun sekurang-kurangnya 20 detik adalah cara terbaik. Namun ada kalanya kita berada pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk mencuci tangan. Dalam kondisi seperti ini kita membutuhkan hand sanitizer untuk melindungi diri dari infeksi bakteri maupun virus.

Memilih jenis hand sanitizer yang tepat

Di pasaran terdapat berbagai macam hand sanitizer. Ada yang berbahan dasar alkohol dan ada juga yang berbahan dasar air yang ditambahkan senyawa antibakteri seperti benzalkonium klorida. Untuk kasus wabah covid-19 saat ini, sebaiknya dipilih hand sanitizer berbahan dasar alkohol seperti yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC). Kandungan alkohol dalam hand sanitizer akan melarutkan selubung pembungkus virus sehingga virus tidak akan bertahan lama dan kemudian mati. Tidak demikian dengan hand sanitizer berbahan dasar air. Senyawa aktif yang dikandungnya hanya mampu membunuh bakteri dan jamur sehingga dianggap kurang efektif untuk mencegah penularan covid-19. Ada beberapa bahan dasar alkohol dalam hand sanitizer di antaranya yaitu etanol, isopropyl alkohol dan n-propanol. Untuk mendapatkan efek yang optimal dalam membunuh kuman seperti bakteri dan virus, hand sanitizer haruslah mengandung alkohol sekurang-kurangnya 60%. Dengan demikian perhatikan label pada kemasan hand sanitizer saat Anda membelinya.

Hand sanitizer terdapat dalam bentuk cair dan gel. Menurut WHO, penambahan pengental akan mengurangi efektivitas kerja hand sanitizer sehingga perlu diperhatikan dalam penggunaannya. Bentuk cair akan lebih cepat bekerja membunuh kuman dibandingkan bentuk jel sehingga pada saat digunakan yang bentuk jel perlu waktu tunggu yang lebih lama. Selain itu, hand sanitizer bentuk jel biasanya meninggalkan kesan lengket di kulit. Di samping kekurangannya, hand sanitizer bentuk gel juga memiliki kelebihan yaitu waktu kontak di kulit yang lebih lama dan tidak mudah tumpah.

Saat yang tepat menggunakan hand sanitizer

Perlu diingat kembali bahwa cara yang paling efektif untuk menghilangkan kuman di tangan adalah dengan cuci tangan menggunakan sabun. Pada saat cuci tangan, sabun akan membantu mengangkat kuman di kulit dan pergi bersama air yang mengalir. Akan lebih efektif lagi kalau sabun yang digunakan mengandung senyawa antiseptik sehingga kemampuannya membunuh kuman akan lebih tinggi. Hasil beberapa penelitian menunjukkan sabun yang mengandung senyawa antiseptik menyisakan kuman di kulit lebih sedikit dibandingkan sabun biasa. Untuk bisa secara efektif mengangkat kuman di kulit setidaknya butuh waktu 20 detik untuk cuci tangan.

Lain halnya dengan cuci tangan menggunakan sabun, penggunaan hand sanitizer hanya mampu membunuh kuman. Residu kuman dan kotoran lainnya di kulit tidak terbersihkan sehingga masih menempel di kulit. Dengan demikian penggunaan hand sanitizer hanya digunakakan pada saat fasilitas cuci tangan dengan sabun tidak tersedia.

Lantas kapan saja perlu menggunakan hand sanitizer untuk mencegah penularan covid-19?

  • Sebelum dan setelah mengunjungi teman atau saudara di rumah sakit
  • Sebelum dan setelah kontak dengan orang sakit
  • Sebelum makan
  • Setelah menutup mulut atau hidung saat batuk, bersin, atau membersihkan ingus di hidung
  • Setelah kontak dengan fasilitas umum seperti di mall, angkutan umum, taman, dsb

Tentu saja hand sanitizer digunakan jika tidak menemukan fasilitas cuci tangan. Semakin sedikit kesempatan tangan Anda terpapar kuman, semakin sedikit kebutuhan Anda menggunakan hand sanitizer. Oleh karena itu ada beberapa tips supaya tangan Anda tidak mudah terpapar kuman, yaitu:

  • Pada saat batuk atau bersin jangan ditutup dengan telapak tangan tetapi tutup menggunakan tissue kemudian buang ke tempat sampah, atau dengan menggunakan bagian dalam lengan atas.
  • Kurangi kontak dengan benda-benda di fasilitas umum, seperti memencet tombol lift dengan menggunakan alat bantu, tidak langsung disentuh dengan tangan; membuka pintu dengan dorongan badan
  • Jangan sering-sering memegang area wajah
  • Kurangi aktivitas ke luar rumah

 Cara menggunakan hand sanitizer

Seperti halnya dengan cuci tangan dengan sabun, cara penggunaan hand sanitizer akan mempengaruhi efektivitas kerjanya. Agar dapat bekerja efektif gunakan hand sanitizer dengan jumlah yang tepat yaitu dapat membasahi seluruh area telapak dan punggung tangan, kemudian harus diusapkan ke seluruh bagian telapak dan punggung tangan tersebut. Setelah itu tunggu hingga kering sempurna.

Mengatasi kulit kering karena terlalu banyak cuci tangan ataupun menggunakan hand sanitizer

Terlalu sering mencuci tangan dengan sabun ataupun menggunakan hand sanitizer biasanya akan menyebabkan kulit menjadi lebih kering dan mudah iritasi, tergantung pada jenis dan sensitivitas kulit yang berbeda-beda pada setiap orang. Sabun dan hand sanitizer berbasis alkohol akan mengangkat lapisan lemak di kulit tangan yang menyebabkan kulit lebih rentan kehilangan air sehingga menjadi kering dan lebih mudah teriritasi.

Untuk menjaga kelembaban kulit, Anda dapat menggunakan lotion atau krim lebih sering dari biasanya. Kandungan lemak dan pelembab pada lotion maupun krim dapat membantu menjaga kelembaban dan kelembutan kulit. (zm/sam)

Share This