Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Senat dan Rektorat UIN Jakarta segera mengirim berkas pencalonan Rektor untuk masa bakti 2019-2023 ke Menteri Agama untuk diputuskan setelah mendapat rekomendasi Komite Seleksi yang ditunjuk. Pengiriman sendiri dilakukan setelah berkas administrasi, penyampaian visi misi calon, dan pertimbangan kualitatif anggota senat universitas dinyatakan lengkap.

Demikian disampaikan Ketua Senat Universitas UIN Jakarta, Prof Abuddin Nata, saat melaporkan hasil penjaringan, pemaparan visi misi, dan pertimbangan kualitatif anggota senat terhadap masing-masing kandidat. Turut mendampingi Sekretaris Senat Universitas Prof Amany Lubis.

Laporan senat sendiri diterima langsung Rektor, Prof Dede Rosyada MA di ruang kerjanya, di lantai 2 Gedung Rektorat, Senin (8/10/2018). Ikut mendampingi rektor Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum Prof Abdul Hamid, Kepala Biro AUK Dr Rudy Subiantoro, Kepala Bagian Kepegawaian Yarsi Berlianti M.Si.

Abuddin menuturkan, proses penjaringan sendiri menarik 11 guru besar di lingkungan UIN Jakarta untuk maju dalam pemilihan Rektor untuk lima tahun ke depan. Diantaranya, Prof Amany Lubis, Prof Andi Faisal Bakti, Prof Jamhari, Prof Amsal Bakhtiar, Prof Zulkifli, Prof Sukron Kamil, Prof Abdul Mujib, Prof Masri Mansoer, Prof Didin Saefuddin, Prof Murodi, dan Prof Ulfah Fajarini.

Namun belakangan, jumlahnya berkurang. Prof Dr Murodi mengundurkan diri dengan alasan kesehatan, sedang Prof Ulfah Fajarini mengundurkan diri dengan alasan administratif.

“Seluruh proses penjaringan, pemaparan visi misi, dan pertimbangan kualitatif telah dilakukan. Inilah hasilnya, Sembilan kandidat yang bisa disodorkan,” katanya.

Menanggapi itu, Rektor menyampaikan terima kasih kepada senat universitas dan tim kepegawaian yang telah melaksanakan proses peralihan kepemimpinan UIN Jakarta dengan baik. “Alhamdulillah artinya ini sudah ada yang direkomendasikan kepada Menteri Agama dan Komite Seleksi,” katanya.

Rektor sendiri meminta berkas para calon untuk secepatnya disampaikan ke Menteri Agama dan Komite Seleksi Pemilihan yang ditunjuk. “Sesuai jadwalnya hari ini, Senin 08 Oktober sudah harus kita sampaikan ke Kementerian Agama,” paparnya.

Di tepi lain, Rektor mengungkapkan, kesembilan kandidat merupakan figur terbaik yang dimiliki UIN Jakarta dan diharapkan mampu menjadi dirigen pengembangan kampus dalam lima tahun ke depan. Salah satu tantangan pengembangan, jelasnya, bagaimana bisa menempatkan UIN Jakarta sebagai universitas terekognisi sekaligus destinasi studi keilmuan dan keislaman terkemuka regional global. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This