Bandung, BERITA UIN Online – Guna merealisasikan pembangunan stadion dan terowongan (underground) bawah tanah, UIN Jakarta menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB). Dalam hal ini ITB akan memberikan bantuan teknis kepada UIN Jakarta terkait pembangunan gedung tersebut.

Kesepakatan kerja sama itu tertuang dalam nota kesepahaman bersama (MoU) yang ditandatangani antara Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Rektor ITB Kadarsah Suryadi di Bandung, Jumat (9/8/2019). Acara penandatanganan MoU disaksikan Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Andi Faisal Bakti, Kepala Bagian Kerja Sama Zulkifli Noor, dan sejumlah pejabat ITB.

Kadarsah Suryadi menyatakan pihaknya senang dan siap membantu UIN Jakarta dalam mewujudkan pembangunan gedung olahraga bawah tanah. Bantuan yang diberikan di antaranya pengiriman para tenaga ahli rancang bangun gedung, seperti ahli pemetaan kontur tanah, konstruksi bangunan, dan instalasi.

“Prinsipnya kami siap bekerja sama dan sangat mengapresiasi UIN Jakarta yang telah memberikan kepercayaan penuh kepada ITB dalam  merancang serta menyiapkan rencana pembangunan gedung stadion bawah tanah tersebut,” katanya.

Tak hanya itu, dalam kerja sama keduanya, ITB akan memberikan bantuan konsultasi dan bimbingan teknis hingga selesainya pembangunan.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan terima kasih kepada ITB. Ia berharap pembangunan gedung stadion dan terowongan bawah tanah  akan segera terlaksana di kampus UIN Jakarta, tepatnya di Cipupat, Tangerang Selatan, Banten.

“Kerja sama dengan ITB sebenarnya sudah terjalin beberapa tahun kalu, yakni saat menyiapkan pendirian Fakultas Sumber Daya Alam dan Lingkungan (FSDAL). Namun, kerja sama akhirnya difokuskan ke Fakultas Sains dan Teknologi untuk pembukaan Program Studi Pertambangan,” katanya.

Rektor menambahkan, UIN Jakarta saat ini telah mengajukan dua proposal ke Kementerian Agama. Pertama untuk proyek pembangunan gedung stadion dan terowongan bawah tanah serta kedua untuk proyek pemanfataan lahan di Cikuya, Solear, Tangerang, berupa pembangunan Agro-Edu Park, Dormitories, dan Language Centers.

Biaya proyek pertama bersumber dari Kementerian Agama seniai Rp 1 triliun, sedangkan biaya proyek kedua bersumber dari Arab Saudi Development Fund senilai Rp 700 miliar.

“Insya Allah, mudah-mudahan semua akan berjalan lancar,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, UIN Jakarta akan membangun stadion dan terowongan bawah tanah serta  Agro-Edu Park, Dormitories, dan Language Centers (BERITA UIN Online, 7 Agustus 2019). Gedung stadion dan terowongan bawah tanah akan dibangun di lapangan utama kampus UIN Jakarta atau di belakang SMA/SMK Triguna Utama Ciputat. Sedangkan Agro-Edu Park, Dormitories, dan Language Centers dibangun di Desa Cikuya, Kecamatan Solear, Tangerang, Banten.

Menurut Rektor, bangunan gedung stadion UIN Jakarta akan dibuat empat lantai ke bawah. Beberapa lantai akan dipergunakan untuk sarana olahraga dan lantai lainnya untuk kafetaria dan area parkir. Semua bangunan dibuat dengan teknologi modern dan tahan terhadap gempa.

Selain bangunan stadion bawah tanah, UIN Jakarta juga akan membangun terowongan bawah tanah yang menghubungkan antara stadion di kampus 1 dan kampus 2.

Rektor mengatakan, pembangunan gedung di bawah tanah merupakan konsep baru yang akan diterapkan di UIN Jakarta. Hal itu dilakukan setelah konsep pembangunan gedung bersusun ke atas tidak lagi memadai di area lahan yang sempit dan banyaknya gedung.

“Konsep ini seperti pembangunan MRT (mass rapid transite) atau kereta bawah tanah di Jakarta. Bahkan di Jepang sendiri, konsep bangunan bersusun ke bawah sudah banyak dilakukan dan dirancang dengan teknologi modern. Padahal, Jepang adalah negara rawan gempa,” ujarnya. (ns)

Share This