Jakarta, BERITA UIN Online— Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Dr. Azyumardi Azra, mendorong sikap moderasi beragama masyarakat agama-agama di tanah air, terutama ASN di lingkungan Kementerian Agama RI atau Kemenag RI. Hal ini diperlukan guna memelihara keberlangsungan toleransi keberagamaan di tanah air.

Demikian benang merah ceramah Azra saat menjadi narasumber sesi talkshow dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2019 Kemenag di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Kamis (24/01/2019). Selain Azra,  talkshow yang dipandu Staf Ahli Menteri Agama sekaligus Guru Besar UIN Jakarta, Prof. Dr. Oman Fathurahman, juga menghadirkan Inayah Wahid, puteri bungsu Presiden RI periode 1999-2001almarhum KH Abdurrahman Wahid.

Dalam paparannya, Azra mengungkapkan, selama empat tahun terakhir, kekerasan dan intoleransi  di tanah air menunjukkan kecenderungan menurun. “Meskipun kasus intoleransi masih ada, tapi skalanya sangat kecil. Tidak seperti 10 tahun yang lalu,” katanya.

Kondisi demikian, sambungnya, perlu disyukuri karena menampilkan wajah Islam sebagai penduduk mayoritas Indonesia berperan besar dalam memelihara kedamaian. “Indonesia menjadi salah satu negara dari sedikit negara berpenduduk muslim terbesar, tapi paling aman,” lanjutnya.

Dengan kondisi demikian, umat beragama di Indonesia bisa menjalankan aktifitas sehari-hari dan keagamaannya dengan tenang.  Kondisi demikian menjadi hal yang perlu disyukuri dan dijaga dengan baik oleh seluruh umat agama-agama.

Azra menambahkan, rasa syukur tersebut harus diimplementasikan dengan terus menjaga Indonesia. Untuk itu, ia menjadi kewajiban bagi masyarakat Indonesia untuk menjaga kondisi tersebut, salah satunya dengan menjaga moderasi beragama.

Kewajiban demikian, bisa dilakukan dengan membangun moderasi beragama melalui pola-pola vernakularisasi, indigenisasi, dan kontekstualisasi nilai-nilai Islam dalam keseharian umat.  Pola-pola ini menjadikan Islam sebagai bagian integral dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. (Zae/kemenag)

Share This