Jakarta, BERITA UIN Online– Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 sudah berlangsung dengan aman, lancar, dan damai. Hal demikian patut disyukuri bersama oleh seluruh bangsa Indonesia yang dapat menggelar dan mengikuti salah satu Pemilu terbesar di dunia ini.

“Yuk, bersykur telah menjadi bangsa besar yg berhasil melewati Pemilu dengan aman dan damai,” ajak Dr Ayang Utriza Yakin MA, dosen Hukum Keluarga (Ahwal Sakhshiyah) Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta melalui akun Twitter-nya pada Kamis (18/4) malam sebagaimana dilansir NU Online.

Ayang juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk kembali membangun negeri dengan semangat persaudaraan dan kebangsaan, serta dengan menggiatkan belajar dan mengaji demi Indonesia ke depan.

Dalam twitannya tersebut, Alumnus sejumlah pondok pesantren di Jombang, Jawa Timur itu mengungkapkan syukur dalam pandangan Imam Ghazali. “Isti’mal al-ni’mah fi al-thariq alladzi khuliqa lahu, yaitu menggunakan nikmat di jalan yang diciptakan untuknya,” jelas Ayang mengutip dari Mukhtasar Ihya Ulumiddin.

Di samping itu, Peneliti Posdoktoral di Universitas Katholik de Louvain, Belgia itu juga menjelaskan perbedaan orang yang bersyukur (syakir) dan orang yang sangat bersyukur (syakur) berdasarkan kitab al-Risalat al-Qusyairiyah karya Imam al-Qusyairi.

“Orang yang bersyukur adalah orang yang bersyukur atas apa yang ada, adapun orang yang sangat bersyukur adalah bersyukur atas apa yang tidak ada,” tulis Wakil Ketua Lembaga Takmir Masjid Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) itu.

Orang yang bersyukur, lanjutnya, berterima kasih atas pemberian, sementara orang yang sangat bersyukur berterima kasih karena tidak diberi.

Perbedaan lainnya, orang bersyukur berterima kasih ketika ia mendapatkan anugerah, sedangkan orang yang sangat bersyukur, katanya, berterima kasih saat anugerah baginya itu ditunda. (lrf/mf/snf)

Share This