Gedung Rektorat, BERITA UIN Online— Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Hj. Amany Lubis MA mengimbau sivitas akademika untuk menjaga pola hidup sehat guna meminimalisir resiko penyebaran wabah COVID-19 atau Coronavirus Disease.  Rektor juga meminta sivitas akademika ikut menyebarkan informasi kesehatan yang benar dengan tidak menimbulkan kepanikan publik dalam meminimalisir resiko sebaran.

Imbauan terlampir dalam Surat Edaran Rektor Nomor B-944 tahun 2020 tentang Kewaspadaan Dini Terkait Corona Virus-19. Dalam edaran disebutkan, untuk mengantisipasi penyebaran wabah COVID-19, Rektor meminta pimpinan seluruh fakultas dan lembaga melakukan sejumlah langkah dibutuhkan.

Salahsatunya, untuk sementara waktu tidak melakukan perjalanan ke luar negeri terutama di negara-negara terdampak COVID-19 seperti Tiongkok, Korea Selatan, Jepang, Iran, Italia, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Taiwan. Bagi yang baru melakukan perjalanan ke luar negeri, diminta menghindari dan membatasi interaksi dengan sivitas UIN Jakarta maupun anggota keluarga selama 14 hari sejak kepulangannya ke Indonesia.

“Jika dalam masa 14 hari tersebut mengalami demam, batuk, pilek, sesak, dan lainnya mohon untuk segera perika ke poli paru RSSH UIN Jakarta dan mengirimkan hasil check-up via email ke tu.umum@uinjkt.ac.id,” catat surat edaran tersebut.

Selanjutnya, sivitas akademik juga diminta menjaga pola hidup sehat dengan lebih sering mencuci tangan dengan sabun atau pembersih tangan, mengkonsumsi makanan sehat dan halal guna meningkatkan daya tahan tubuh, diharap meminimalkan berkegiatan di keramaian yang tidak diperlukan. Lainnya, memakai masker dan mengurangi interaksi dengan sesama sivitas UIN Jakarta lainnya maupun anggota keluarga bagi yang mengalami gejala influenza.

“Secara aktif melakukan upaya kewaspadaan influenza termasuk SARS dan COVID-19 di unit kerja masing-masing dengan melakukan penyebaran informasi atau literasi kesehatan tanpa membuat panik,” catatnya lagi.

Dalam mewaspadai sebaran SARS dan COVID-19, pimpinan fakultas dan lembaga UIN Jakarta juga diimbau menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan hand sanitizer di lingkungan masing-masing. Lainnya, mendorong petugas kebersihan lebih sering membersihkan tempat-tempat yang terpegang tangan seperti gagang pintu dan jendela, tombol lif, dan rel tangga dengan disinfektan sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO).

“Dan berdoa agar selalu dalam keadaan sehat dan terhindar dari wabah penyakit dan musibah,” tutupnya. (zm)

Share This