Bojongsari, BERITA UIN Online— Bagian Akuntansi dan Pelaporan (Aklap), Biro Perencanaan dan Keuangan, UIN Jakarta menjadwalkan sensus aset Barang Milik Negara (BMN) di lingkungan universitas sepanjang September hingga November mendatang. Sensus aset BMN ini diharapkan bisa memberikan data valid tentang nilai dan kondisi aset yang dimiliki guna mengoptimalkan pemanfaatannya.

Kepala Bagian Aklap Muhammad Noor MM yang ditemui di sela-sela kegiatan sensus BMN di Gedung PPG UIN Jakarta, Bojongsari, Selasa (24/9/2019), mengungkapkan jika sensus aset BMN dilakukan sejalan dengan temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI untuk tahun pemeriksaan 2017/2018. Temuan ini merekomendasikan pendataan aset BMN secara lebih komprehensif sehingga fungsi aset-aset tersebut bisa dioptimalkan dalam menunjang kinerja kelembagaan UIN Jakarta.

“Ini berawal dari temuan BPK RI untuk tahun pemeriksaan 2017/2018, terkait dengan BMN-BMN di UIN Jakarta. Sebagai temuan, ini harus disikapi,” tegasnya.

Berdasarkan pendataan selama ini, total aset yang dimiliki UIN Jakarta mencapai 257 ribu aset. Aset ini berupa aset tetap dan tidak tetap dengan valuasi aset tetap senilai Rp 4,1 triliun dan aset tidak tetap Rp 1,2 triliun.  Total aset ini tersebar di 18 unit lembaga/fakultas di lingkungan UIN Jakarta. “Jadi, cukup banyak sekali,” tambahnya.

Beberapa fakultas dan lembaga mencatatkan pengelolaan aset BMN yang cukup besar seperti Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Ilmu Kesehatan, dan Fakultas Ilmu Kedokteran. Selain gedung dan infrastruktur fisik, aset-aset BMN di berbagai fakultas ini berupa barang laboratorium dengan valuasi cukup tinggi.

Pihaknya sendiri, sambungnya, sudah melakukan roadshow ke berbagai lembaga dan fakultas agar melaporkan keberadaan aset BMN di unit masing-masing secara komprehensif. “Kita sendiri sudah melakukan roadshow ke seluruh fakultas dan lembaga untuk menyamakan persepsi pentingnya pencatatan aset BMN ini,” terangnya.

Noor berharap pencatatan aset BMN yang dilakukan 35 orang operator ini bisa terus meningkatkan kualitas manajemen aset di lingkungan UIN Jakarta. Terlebih ini juga mendukung kualitas pelaporan penggunaan aset UIN Jakarta ke Kementerian Keuangan dan Kementerian Agama RI. “Ini juga untuk meningkatkan optimalisasi aset yang ada,” tambahnya. (zm)

Share This