Oleh: Dr. K.H. Syamsul Yakin MA,  Dosen Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta

Imam Bukhari dalam kitab haditsnya menulis sabda Nabi Muhammad SAW yang bersumber dari Abu Hurairah., “Setiap hari. Setiap pagi. Setiap orang. Didatangi dua malaikat. Salah satu di antara mereka berdoa: ‘Ya Allah, berilah ganti (harta) orang yang bersedekah, Kemudian malaikat yang satu lagi berdo’a: ‘Ya Allah, rusaklah (harta) orang yang menahan (sedekah)”.

Paling tidak ada dua pelajaran yang bisa kita petik dari hadits ini. Pertama, bagi orang berharta terdapat kabar gembira. Yakni, manakala pada pagi hari dia bersedekah berupa harta, maka malaikat yang turun dari langit mendoakannya. Kedua, terdapat kabar yang mengerikan bagi orang kaya. Yakni, orang kaya yang tidak mau bersedekah harta, malaikat berdoa agar dirusak harta tersebut.

Orang kaya yang tidak mau bersedekah menganggap harta yang dia punya adalah hasil jerih payahnya semata. Ia sibuk mengumpulkannya dan menghitung-hitungnya. Baginya, bersedekah membuat orang miskin malas bekerja. Inilah ancaman Allah untuknya: “Celakalah bagi setiap pengumpat dan pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya” (QS al-Humazah/104: 1-2).

Sementara itu, orang yang suka bersedekah meyakini benar bahwa harta yang dimilikinya adalah pemberian dari Allah. Secara sehat ia berpikir bahwa untuk bisa diberi adalah memberi. Tentang hal ini Allah berfirman: “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’/34: 39).

Jika Allah memberi kepada orang yang suka memberi, maka tidak ada yang mampu menghalangi. Saatnya memberi di pagi hari untuk didoakan malaikat setiap hari. Terbit Jum’at, 11 September 2020 di https://www.jurnaldepok.id/2020/09/11/khutbah-jumat-agar-didoakan-malaikat/ (sam/mf)

Share This