Gedung FITK, BERITA UIN Online– Anggaran kegiatan International Conference UIN Jakarta tahun depan bakal dipangkas 50% dari anggaran tahun ini. Demikian disampaikan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Prof Dr M Arskal Salim GP MA pada acara Rapat Dalam Kantor (RDK) persiapan pelaksanaan International Conference ICEMS di Ruang Sidang Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) lt 2, pada Selasa lalu (24/10/2017).

“Anggaran BOPTN untuk kegiatan konferensi internasional dipangkas dari Rp 93 M pada tahun ini menjadi Rp 43 M pada tahun 2018,” ujar Arskal.

Tahun ini, lanjut Arskal, dengan dana yang tersedia, LP2M mampu menganggarkan 12 kegiatan konferensi internasional. Karena ada pemangkasan, tahun depan LP2M mengalami kesulitan dalam pendanaan konferensi internasional, sehingga hanya mampu menganggarkan delapan kegiatan saja.

Namun demikian, Arskal menjanjikan LP2M tetap akan terus mensupport kegiatan-kegiatan internasional lainnya, seperti program Travel Grant (TG), program Collaborative Research (CR) dan Joint International Conference (JIC).

“Apapun ceritanya, kita harus menjaga nama UIN Jakarta, TG tetap harus ada, sehingga berangkat ke Kuala Lumpur Malaysia tahun depan tetap kita bantu. Kita usahakan juga untuk para dosen dan mahasiswa kalau mau melakukan CR dan JIC,” imbuh Guru Besar Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta itu.

Ditegaskannya, untuk IMELT International Conference (Konferensi Bahasa Inggris) yang akan diadakan di Malaka Malaysia, LP2M juga akan tetap menyiapkan anggarannya untuk dibantu.

“Kita butuh dukungan dari sivitas akademik dengan menyiapkan paper, kemudian didaftarkan prosidingnya agar dapat terindek Scopus, sehingga dapat menaikkan peringkat UIN Jakarta menjadi lebih baik dari universitas lain,” tegas Arskal pada RDK yang dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr Fadhilah Suralaga MSi, Dekan FITK Prof Dr Ahmad Thib Raya MA, para Wadek FITK dan sejumlah dosen dan mahasiswa FITK.

Di akhir sambutannya, Arskal mengapresiasi FITK yang telah menggelar konferensi internasional sebanyak tiga kali. Diketahui, untuk ICEMS sendiri telah terinventarisir 166 abstrak dari para author internasional.

“Mudah-mudahan dari jumlah itu, ada 50 author dari UIN Jakarta. Jika tahun ini ada 12 konferensi internasional dan tiap-tiap acara ada 50 paper dosen UIN Jakarta, maka dalam setahun ada 600 paper yang kalau setengahnya saja terindeks Scopus, itu menjadi dahsyat imbasnya untuk kenaikan peringkat UIN Jakarta,” pungkasnya bersemangat. (mf)

Share This