Auditorium, BERITA UIN Online – Sekitar 700 peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan angkatan 2018 akan menjalani uji kompetensi Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) atau praktik mengajar di sejumlah madrasah di wilayah Jabodetabek dan Tangerang Selatan. Mereka akan mengajar di madrasah mitra,  seperti madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah (MTs), dan madrasah aliyah (MA).

Saat sambutan acara pembukaan Kuliah Umum dan Pembekalan Peserta PPL yang digelar di Auditorium Harun Nasution, Jumat (15/2/2019), Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Ahmad Sofyan mengatakan, selain mengajar di kelas, para peserta PPG juga dapat mengembangkan diri dengan menjadi pendidik, yakni membina karakter siswa.

“Saya berharap peserta PPL tidak cuma menjadi pendidik dan tenaga kependidikan, tetapi juga dapat membina karakter siswa dalam setiap kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan bagi yang memiliki pengalaman lain dari madrasah asal, silakan ditularkan di madrasah mitra,” katanya.

Menurut Sofyan, peserta PPG yang akan melakukan PPL dapat menyiapkan diri sebaik mungkin. Misalnya membuat rencana pengajaran dan metode serta alat pembelajaran yang akan digunakan. “Intinya, apa yang sudah diberikan di kelas sedapat mungkin dipraktikkan dengan baik. Semoga nanti nilainya bagus semua,” ucapnya.

Acara pembekalan disampaikan oleh para narasumber ahli. Antara lain Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Jakarta Zulkifli, Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Suyitno, dan Kepala Sub Direktorat Bina Guru dan Tenaga Kependidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Madrasah Tsanawiyah.

Peserta PPG akan praktik mengajar di madrasah mitra selama sekitar tiga pekan, mulai 18 Februari hingga 9 Maret 2019. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok serta didampingi oleh masing-masing seorang dosen pendamping. Sedangkan selama berada di madrasah mitra, mereka akan dinilai oleh seorang guru pamong.

Peserta PPG merupakan para guru agama di madrasah, seperti al-Quran-Hadis, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqh, dan Bahasa Arab. Mereka berasal dari beberapa wilayah di Indonesia yang disaring melalui seleksi pendaftaran berkas oleh Kementerian Agama pusat. Tujuan mengikuti PPG di antaranya untuk meningkatkan keahlian mengajar dan memperoleh sertifikat.

Program PPG diseleggarakan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan sebagai salah satu Lembaga Pendidikan dan Tenaga Kependidikan di Indonesia. Selama PPG, peserta mengikuti program tersebut selama tiga bulan sejak Desember 2018 hingga Maret 2019. (ns)

Share This