Gedung Akademik, BERITA UIN Online – Sekira 15.000 peserta mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru (SPMB) Mandiri yang digelar di kampus UIN Jakarta, Sabtu (22/6/2019). Tujuh di antaranya merupakan peserta berkebutuhan khusus, seperti tuna netra, tuna grahita, dan tuna daksa.

Seleksi terhadap tujuh peserta difabel yang ikut bersaing pada SPMB Mandiri dilakukan di ruang terpisah, yakni di Gedung Akademik. Untuk mengerjakan soal, mereka dipandu oleh beberapa petugas pengawas yang disiapkan panitia.

Dari data yang diperoleh di Bagian Akademik, ketujuh penyandang disabilitas itu adalah tuna netra (1 orang), tuna daksa (2 orang), dan tuna grahita (4 orang). Seorang lagi, yakni penyandang autis, tidak hadir dengan alasan yang belum jelas.

Berdasarkan pantauan BERITA UIN Online, ketujuh peserta difabel tampaknya tak mengalami kesulitan saat mengerjakan naskah soal yang diujikan. Kecuali bagi penyandang tuna netra, naskah soal dibacakan oleh pemandu. Begitu pun saat mengisi soal ke dalam lembar jawaban ujian (LJU).

Materi soal seleksi berbentuk pilihan ganda itu digelar dalam tiga sesi. Sesi pertama berupa Tes Kemampuan Dasar (TKD), meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.  Sesi kedua berupa keislaman, meliputi Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab. Sesi ketiga berupa IPA/IPS Terpadu, meliputi IPA/IPS dan Matematik IPA/IPS.

Alhamdulillah, meski harus dipandu, saat mengerjakan soal hampir tidak mengalami kesulitan. Cuma terkadang ada juga yang tidak bisa saya pahami,” ujar Alfatuthulloh Radiya, peserta tuna netra, seusai mengikuti seleksi. (ns)

Share This