Gedung SPs, BERITA UIN Online – Sebanyak tujuh dosen Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Kalvari Jakarta tahun akademik 2019/2020 semester ganjil ini mulai mengikuti perkuliahan pada Program Doktor Program Studi Pengkajian Islam di Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta. Pengiriman ketujuh dosen non muslim itu merupakan tindak lajut kerja sama antara SPs UIN Jakarta dan STT Baptis Kalvari yang ditekan pada akhir Juli lalu.

Penerimaan secara resmi ketujuh dosen STT Baptis Kalvari dilakukan di Auditorium SPs UIN Jakarta, Jumat (12/9/2019), oleh Wakil Direktur Hamka Hasan. Hadir pula Ketua Program Magister Arif Jamhari dan Sekretaris Program Doktor Asmawi. Selain ketujuh dosen tersebut, SPs UIN Jakarta juga menerima 18 mahasiswa program beasiswa dosen S3 Kementerian Agama hasil seleksi pada awal Agustus lalu.

Selain penerimaan mahasiswa baru “program khusus”, dalam kesempatan itu juga diadakan orientasi singkat mengenai sistem perkuliahan di SPs UIN Jakarta.  Orientasi di antaranya mengenalkan beberapa mata kuliah wajib dan matrikulasi yang harus diambil oleh para mahasiswa.

“Mahasiswa baru harus mengenal mata kuliah apa saja yang wajib diambil dan bagaimana mekanismenya,” kata Hamka Hasan kepada BERITA UIN Online, Senin (16/9/2019).

Menurut Hamka Hasan, sesuai ketentuan sedikitnya ada tiga mata kuliah utama yang harus diambil oleh peserta baru program doktor. Mata kuliah tersebut adalah mata kuliah bahasa, mata kuliah matrikulasi, dan mata kuliah wajib.

“Mata kuliah wajib ini harus didahulukan diambil. Sedangkan mata kuliah bagi mahasiswa dari STT Baptis di antaranya ada History of Islamic Civilization dan bahasa Arab sebagai mata kuliah matrikulasi,” jelasnya.

Mahasiswa program doktor dari STT Baptis Kalvari terdiri atas lima pria dan dua wanita. Mereka akan mengikuti perkuliahan reguler secara penuh di SPs UIN Jakarta. Selain itu, mereka juga akan menerima hak dan fasilitas yang sama bersama mahasiswa lain, baik dari jalur beasiswa maupun jalur biaya mandiri.

Seperti diberitakan sebelumnya, SPs UIN Jakarta dan STT Baptis Kalvari telah menandatangani kerja sama dalam bidang pengembangan sumber daya manusia. Acara penandatanganan dilakukan di gedung Rektorat UIN Jakarta pada 30 Juli 2019 antara Direkturs SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf dan Ketua STT Baptis Kalvari Ang Harjunadi Sudarma yang disaksikan Rektor UIN Jakarta Amany Lubis.

Menurut Ketua STT Baptis Kalvari, Ang Harjunadi Sudarma, kerja sama dengan UIN Jakarta, khususnya dengan SPs UIN Jakarta, didasarkan kepada hubungan kebhinekaan dan persaudaraan. Hal itu mengingat STT Baptis Kalvari dan UIN Jakarta bukan semata lembaga pendidikan tinggi yang sama-sama di bawah pembinaan Kementerian Agama melainkan juga memiliki misi bersama dalam membina umat masing-masing.

“Negara kita berdasarkan Pancasila dan hidup bersama dalam kebhinekaan. Untuk itu mari kita saling membina hubungan baik, apalagi kita berada di satu rumah, yakni Kementerian Agama,” katanya. (ns)

Share This