Gedung FITK, BERITA UIN Online– Sebanyak 659 guru madrasah ibtidaiyah mengikuti orientasi Pendidikan Profesi Guru (PPG) pada Kamis, (21/12/2018) di Ruang Teater Prof Dr Mahmud Yunus lt 3 Gedung Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta dan Jumat, (21-12/2018) di Auditorium Harun Nasution UIN Jakarta yang akan dibuka Rektor UIN Jakarta.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan Alumni dan Kerjasama FITK Dr Fauzan MA yang menjadi salah satu narasumber dalam orientasi ini mengatakan pola PPG Dalam Jabatan (Daljab) ini merupakan model baru yang kali pertama dilaksanakan FITK. Sebelumnya, dilaksanakan hanya 10 hari dalam Program PLPG (Pendidikan dan Latihan Profesi Guru) dengan pola Tugas Daring (Dalam Jaringan) pra PLPG.

“Tahun ini dilaksanakan selama tiga bulan untuk 24 sks, dari Desember 2018 sampai akhir Maret 2019 tanpa Tugas Daring. FITK pernah juga melaksanakan model PPG seperti ini selama satu tahun pada 2013-2014,” ujar Fauzan.

Bedanya PPG dengan PLPG, lanjut Fauzan, pada pola penugasan daring. Pada PLPG, karena peserta berasal dari Guru Daerah Khusus (Gurdasus) yang berasal dari luar daerah, seperti Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, maka diterapkan pola Tugas Daring sebagai pembekalan pendidikan jarak jauh.

“Peserta kali ini istimewa dengan tidak adanya Tugas Daring, karena peserta berasal dari daerah yang relatif dekat seputar Jabodetabek, jadi bisa langsung, kecuali hanya beberapa peserta saja,” imbuh Fauzan.

Beberapa peserta dari luar daerah tersebut lanjutnya, ada yang dari Kalimantan dan Sulawesi. Mereka mengikuti PPG di UIN Jakarta karena PTKIN BLU dekat tinggal mereka tidak menyelenggarakan mata pelajaran, seperti al-Quran-Hadis, Akidah Akhlak, Fiqh, Sejarah Kebudayaan Islam, dan Bahasa Arab.

Ditambahkannya, Kemristek Dikti mensyaratkan LPTK BLU penyelenggara mata pelajaran pada PPG harus program studi (prodi) terakreditasi A.

“Di UIN Jakarta, prodi terakreditasi A di antaranya Prodi Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Bahasa Arab, maka guru yang menjadi peserta PPG ini adalah guru mata pelajaran al-Quran-Hadis, Akidah Akhlak, Sejarah Kebudayaan Islam, Fiqh, dan Bahasa Arab,” terang Fauzan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bagian TU FITK Imam Thobroni SE juga menyampaikan, jumlah peserta keseluruhan adalah 759 orang. Yang sudah menyatakan kesiapan untuk mengikuti kegiatan PPG dan hadir di FITK UIN Jakarta tercatat sebanyak 659 orang.

“Masih ada 100 peserta yang belum upload pakta integritas sebagai syarat kesiapan dan kesediaan mengikuti PPG ini,” ujar Imam.

Bagi mereka yang belum hadir, lanjut Imam, masih diberi kesempatan untuk mengikuti kegiatan ini sebelum dimulai kegiatan perkuliahan pada 26 Desember 2018.

“Segera upload berkas yang diminta, terutama form pakta integritas, kemudian segera datang ke kampus ini untuk mengikuti kegiatan sebelum ada pengganti dari Kemenristek Dikti untuk peserta yang belum melakukan registrasi,” tandasnya.

Imam menegaskan, bagi peserta yang sudah mengikuti kegiatan ini dan ternyata dinyatakan tidak lulus setelah mengikuti ujian, mereka masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian ulang sebanyak 6 kali selama dua tahun di daerah masing-masing.

“Silahkan ikuti time linenya dan download materi kegiatan di https://fitk.uinjkt.ac.id,” pungkasnya. (mf)

Share This