Mahasiswa Fakultas Psikologi UIN Jakarta bernama Nurul Faqih (22) mengalami kecelakaan lalu lintas di Ciputat, Tangerang Selatan, Minggu (1/12/2019) pagi. Akibat peristiwa itu, remaja kelahiran Indramayu, Jawa Barat itu tewas ditempat.

Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Bayu Marfiando menuturkan, kecelakaan itu melibatkan korban dan pengguna sepeda motor lain.

Berikut lima fakta yang kumparan rangkum terkait kecelakaan tersebut:

Nurul Faqih Mengalami Kecelakaan saat Hendak Wisuda

Bayu mengatakan saat kejadian, korban hendak berangkat wisuda dari kosannya menggunakan sepeda motornya. Namun sekitar pukul 06.30 WIB terlibat kecelakaan dengan motor Honda Scoopy B-6244-WRW yang ditumpangi dua orang.

Pengguna Scoopy kehilangan kendali sehingga motor melebar ke jalur yang berlawanan. Dari arah berlawanan, muncul motor Yamaha Vixion yang ditumpangi Nurul Faqih. Tabrakan pun tak terhindarkan.

“Sesampainya di depan kantor Ben’s radio Ciputat diduga hilang kendali ke kanan, karena kondisi jalan yang menikung sehingga menabrak kendaraan sepeda motor Yamaha Nurul Faqih,” kata Bayu.

Almarhum Mengalami Luka Parah di Bagian Kepala

Akibat tabrakan itu, Bayu mengatakan motor Scoopy rusak parah dan kedua penunggang Scoopy mengalami luka cukup berat. Mereka sudah menjalani perawatan di rumah sakit namun identitas mereka belum diungkap oleh pihak kepolisian.

Sementara motor Yamaha Vixion milik Nurul Faqih mengalami rusak berat di bagian depan. Faqih tewas di lokasi karena luka parah di kepala dengan mengeluarkan banyak darah.

Almarhum Merupakan Aktivis

Kepergian Faqih meninggalkan duka bagi sahabatnya di kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Imas, salah seorang kerabat korban mengatakan jika almarhum merupakan sosok yang cerdas. Selain itu, dalam kesehariannya Faqih dikenal sebagai aktivis kampus.

“Dia anaknya yang cerdas. Dia yang bantuin saya buat tesis. Bahkan, saat dia sedang ngerjain skripsi dia yang mau bantu saya,” ujar Imas.

Faqih merupakan mahasiswa jurusan Psikologi. Selama ini, Ia aktif di organisasi mahasiswa PMII. Nurul kerap membantu sahabatnya. Nurul pernah magang di Metro TV sebagai art designer.

Sempat Makan Bersama dengan Kakaknya

Kematian mendadak Faqih meninggalkan duka bagi keluarga di Indramayu, Jawa Barat. Keluarga mengenang Faqih sebagai sosok Faqih yang rajin, pintar dan membanggakan keluarga.

“Ia adik saya yang paling rajin. Anaknya mandiri dan tekun,” kata kakak kandung Faqih, Imron Rosyadi (40).

Selain itu keluarga tidak memiliki firasat sebelum kematian Faqih. Bahkan pada Sabtu (30/11) malam, Imron dan Faqih masih makan nasi goreng sepiring berdua.

“Saat malam hari sebelum kejadian, Faqih masih bercanda bersama saya sambil makan nasi goreng bareng di kontrakan. Tidak ada firasat apa pun,” ucap Imron.

Proses Wisuda Digantikan oleh Kakaknya

Prosesi wisuda yang sedianya penuh rasa bahagia, berubah menjadi haru, ijazah yang sejatinya diterima oleh Faqih diwakilkan oleh keluarga. Kakak Faqih Imron yang akhirnya mengambil ijazah adiknya itu.

“Ijazah sudah diambil keluarga almarhum,” kata Kasat Lantas Polres Tangsel AKP Bayu Marfiando.

Faqih merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi. Saat wisuda ia memiliki nilai IPK 3,19.

Jenazah Dibawa ke Indramayu

Setelah prosesi wisuda digantikan keluarga, jenazah Faqih langsung dibawa keluarga ke kampung halamannya di Jatibarang, Indramayu, Jawa Barat.

Teman Nurul Faqih, Imas, mengatakan kawan-kawan hingga dosen dari Fakultas Psikologi UIN Jakarta turut mengantarkan jenazah Faqih.

“Semua temannya ke sana naik bus. Ada juga dosen kami ikut, kami naik berbagai kendaraan,” kata Imas.

Sumber: https://kumparan.com/kumparannews/6-fakta-nurul-faqih-mahasiswa-uin-yang-tewas-sebelum-diwisuda-1sMUPB5CYcE, 2 Desember 2019. (lrf/mf)

Share This