Bojongsari, BERITA FITK Online– Sebanyak 593 mahasiswa Pendidikan Profesi Guru Madrasah Dalam Jabatan (Daljab) Tahun 2018 menerima sertifikat Guru Profesional pada Kamis (28/11/2019) di Aaula lt 1 Gedung PPG Bojongsari FITK UIN Jakarta.

Sertifikat diberikan oleh Dekan FITK Dr Sururin MAg pada acara Pengukuhan Guru Profesional disaksikan Wakil Rektor Bidang Akadmeik Prof Dr Zulkifli MA dan Kasubdit Bina Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MI MTs Kementerian Agama Dr Ainur Rofiq MAg.

Sururin dalam laporannya menyampaikan, jumlah guru yang menjadi mahasiswa PPG pada 2018 sebanyak 764 orang, dengan rincian 267 dari Nusa Tenggara Barat, 8 orang dari Nusa Tenggara Timur, 87 orang dari Banten, 92 orang dari Jawa Barat, 71 orang dari DKI, 40 orang dari Kalimantan Barat, 147 orang dari Kalimantan selatan, dan 25 orang dari Kalimantan Tengah.

“Setelah melewati proses PPG, yang dinyatakan lulus berdasarkan SK Rektor Nomor 822 Tahun 2019 tanggal 22 Oktober 2019 tentang Peserta Lulus Sertifikasi PPG Guru Madrasah Dalam Jabatan Angkatan 2018 sebanyak 593 orang dan 139 peserta harus ikut ujian ulang,” ujar Sururin.

Pada kesempatan yang sama, Zulkifli yang didapuk menyampaikan kata pengukuhan dan pengarahan mengatakan, kelulusan di angka 80 persen adalah prestasi yang baik. Dia berpesan, untuk menjadi guru profesional harus terlahir dari jiwa dan keikhlasan.

“Jalankan profesi sebagaimana mestinya. Sebagai guru profesional tentu akan ada hak yang mengikutinya. Menjadi guru bukan pelarian, tetapi pilihan hidup, sehingga para guru mndapatkan lebih banyak pengalaman dalam dunia pendidikan,” ujar Zulkifli mengingatkan.

Dilanjutkannya, guru merupakan profesi mulia dan terhormat, maka guru harus terus belajar meningkatkan kualitas diri agar lebih baik dan itu terwujud dengan adanya program PPG ini,” imbuh Zulkifli yang mewakili Rektor UIN Jakarta.

“Para guru akan menghadapi generasi milenial, generasi semua serba cepat. Boleh jadi murid lebih pintar dan canggih, maka tugas guru ada dua, yaitu menyampaikan pendidikan karakter dan memberikan contoh yang baik. Itu yang tidak bisa digantikan oleh teknologi,” tandasnya. Terakhir, Zulkifli berpesan dengan mengutip motto warung Padang.

“Kalau ada yang kurang baik terhadap program PPG ini, sampaikan ke pengelola, tetapi jika program ini baik, silakan sampaikan dan sebarluaskan informasi tersebut,” pungkasnya mengakhiri pidatonya.

Sementara itu, Ainur Rofiq yang mewakili Direktur GTK Kemenag Prof Dr Suyitno MA mengapresiasi pelaksanaan Program PPG di FITK yang berjalan lancar sesuai arahan Kemenag.

Alhamdulillah, kegiatan PPG di FITK UIN Jakarta dari 2017-2019 dapat berjalan lancar. 81 persen kelulusan di UIN Jakarta sudah luar biasa,” ujar Ainur.

Dengan diterimanya sertifikat, lanjutnya, tentu akan berimbas positif terhadap kesejahteraan menjadi lebih baik. Hal inilah yang terus diupayakan oleh pemerintah.

“Pemerintah pada 2020 mendapat dapat hibah dari World Bank sebesar Rp 1 triliun selama empat tahun untuk meningkatkan guru secara berkelanjutan dalam program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan atau PKB,” terangnya.

Untuk itu, paparnya, kader instruktur nasional yang tersebar di seluruh madrasah akan memantau para guru yang mengikuti PKB tersebut berbasis online dari mulai pendaftaran, ujian, sampai hasil akhirnya.

“Sesekali kepala sekolah memanggil ahli IT atau menggunakan gawai pintar untuk mengisi materi para gurunya. 2020 terkait guru semuanya akan berbasis online dan satu pintu, yaitu SIMPATIKA untuk kenaikan pangkat, impasing, dan lain sebagainya, dengan harapan nirkeluhan dari stakeholder,” pungkasnya. (lrf/mf)

Share This