Teater Zakiyah Darajat, BERITA UIN Online– Dalam rangka pelaksanaan Wisuda ke-114 UIN Jakarta pada Sabtu, 30 November 2019, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar acara Yudisium dan Pelepasan Lulusan FITK pada Rabu, (27/11/2019) di Teater Prof Zakiyah Darajat lt 1 Gedung FITK.

Acara yang diikuti 187 lulusan Strata Satu (S1) dan Strata Dua (S2) itu dihadiri Dekan FITK Dr Sururin MAg, Wakil Dekan Bidang Akademik (Wadek I) Muhammad Zuhdi MEd PhD, Wakil Dekan Bidang Administrasi (Wadek II) Umum Dr Abdul Muin MPd, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama (Wadek III) Dr Khalimi MA, sejumlah Kajur dan Sekjur, dan dosen FITK.

Dihadirkan pada acara tersebut Drs H Ma’mun Ibnu Ridwan MSi Owner Sekolah AMEC (Al-Ma’mun Education Center) untuk memberikan motivasi dan berbagi pengalaman kepada para lulusan. Ma’mun adalah alumni Tarbiyah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) 1988-1993.

Acara diawali dengan pembacaan Surat Keputusan (SK) Dekan FITK Nomor B-2154/F.1/HM.03.4/XI/2019 tanggal 18 November 2019 tentang Lulusan Wisuda ke-114 FITK oleh Kepala Bagian Tata Usaha FITK Imam Thobroni SE.

“Lulusan sarjana S1 berjumlah 183 orang dan sarjana S2 Fakultas sebanyak 4 orang, total 187 lulusan,” ujar Imam.

Sementara Sururin yang didapuk memberikan pembekalan mengajak para lulusan senantiasa selalu menumbuhkan tekad dan niat yang kuat untuk melanjutkan studi guna menjawab tantangan di masa depan.

“Tantangan masa depan begitu kuat yang mana membutuhkan skill, pengalaman, sikap, kompetensi dimana saudara semua harus terus belajar, mengelola, dan selalu mawas diri,” ujar Sururin.

Ditegaskannya, bahwa tidak hanya melanjutkan studi saja, melainkan dihimbau kepada lulusan untuk melanjutkan dan mengembangkan pemikiran-pemikiran serta perilaku yang baik dari para tokoh yang ada di FITK UIN Jakarta.

Pengembangan pemikiran, dari para tokoh yang ada di FITK, sambungnya, bisa melalui kegiatan yang bermanfaat, seperti membuat karya tulis ilmiah, membuat jurnal yang nanti bisa diterbitkan, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi sivitas akademik FITK di UIN Jakarta.

“Saudara sangat diharapkan kontribusinya dalam pengembangan akademik dan non akademik, membanggakan almamater UIN serta untuk selalu senantiasa mendoakan dosen-dosen saudara agar bisa mendapatkan keberkahan ilmunya, hidup bermanfaat dan bermartabat di lingkungan masyarakat,” pungkasnya.

Sementara Ma’mun Ibnu Ridwan selaku Owner Sekolah AMEC yang membidangi Daycare, KB-TK, SDIT, SMPIT, SMK, dan SMA-Ponpes Tahfizh Preneur Pondok Petir Depok dalam paparannya mengatakan untuk menjadi guru di zaman milenial ini harus memiliki bekal ilmu yang ekstra banyak.

 “Selama kuliah saya belajar berbagai disiplin ilmu. Dalam bidang agama saya belajar qiroat, bahasa Arab, fiqih dan ushul fiqih, SKI, Bahsul Masail, perbandingan agama, psikologi Agama, dalam bidang pendidikan mendapat ilmu paedogogik, psikologi pendidikan, teknologi pendidikan, administrasi pendidikan dan sebagainya,” ujar Ma’mun dalam paparannya yang bertajuk Peluang dan Tantangan Lulusan FITK di Tengah Masyarakat Modern.

Dalam bidang ilmu umum, lanjut Makmun, ia mendapat ilmu sosiologi, antropologi, statistik, penataran P4 sistem 45 jam, dan sebagainya.

“Semua bekal ilmu tersebut menjadikan saya sebagai guru agama Islam yang siap menghadapi berbagai tantangan, baik di sekolah formal, pendidikan formal di tengah masyarakat,maupun di pemerintahan dengan segala perubahannya,” pungkasnya. (bj)

Usai motivasi dari alumni, acara dilanjutkan dengan pemberian penghargaan kepada lulusan terbaik perprodi dan empat lulusan terbaik rumpun, yaitu Najmi Laily Barus Rumpun Bahasa IPK 3.88, Siti Nurkhalizah Rumpun Sosial Agama IPK 3.87, Indri Andriyanto Rumpun Matematika dan IPA IPK 3.72, dan Rika Rimawati Rumpun Magister IPK 4.00. Empat terbaik rumpun tersebut masing-masing mendapatkan hadiah laptop. (lrf/mf)

Share This