Gedung SPs, BERITA UIN Online – Sebanyak 28 mahasiswa dari Fakultas Hukum dan Bisnis Swinburne University, Australia, berkunjung ke Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta, Jumat (5/7/2019). Kunjungan mereka guna mendapatkan informasi mengenai perkembangan hukum Islam di Indonesia.

Rombongan mahasiswa dipimpin seorang dosen pembimbimg, Jeremy Kingsley. Mereka diterima di Ruang Teater oleh Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf, staf pengajar M Atho Mudzhar, dan Ketua Program Magister JM Muslimin.

Kingsley mengatakan, kunjungan para mahasiswanya ke SPs UIN Jakarta sangat penting. Hal itu untuk memberikan pengetahuan kepada mereka mengenai hukum Islam yang diajarkan di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia.

“Mereka (mahasiswa, Red) bisa belajar tentang perbedaan cara pandang hukum di berbagai negara. Pengetahuan itu akan sangat berguna jika nanti mereka berhubungan dengan perkara hukum lintas negara,” katanya.

Untuk itu, kata Kingsley, para mahasiswa ingin ada sarjana muslim Indonesia yang berbicara mengenai eksistensi dan perkembangan pemikiran hukum Islam, khususnya di Indonesia.

Guna menjelaskan hal itu, Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf menunjuk guru besar hukum Islam Fakultas Syariah dan Hukum M Atho Mudzhar berbicara di depan para mahasiswa. M Atho Mudzhar dalam ceramahnya tersebut, di antaranya membahas mengenai sejarah perkembangan hukum Islam di Indonesia mulai dari masa Orde Lama hingga Orde Reformasi sekarang.

Para mahasiswa tampaknya cukup antusias mendengarkan kuliah singkat tersebut. Beberapa pertanyaan kritis diajukan oleh mahasiswa, terutama tentang apakah ada adopsi hukum yang diambil dari agama selain Islam.

Kingsley menjelaskan, program kunjungan para mahasiswanya ini merupakan ketiga kalinya dilakukan ke Indonesia. Di samping berkunjung ke SPS UIN Jakarta, mahasiswa juga mengunjungi pengadilan negeri, pengadilan agama, mahkamah agung, kepolosian, serta ke UI dan UGM. (ns)

Share This