Jakarta, BERITA UIN Online— Komisi Informasi (KI) Pusat menggelar pertemuan dan diskusi dengan berbagai lembaga pemerintahan termasuk UIN Jakarta guna membahas tentang keterbukaan informasi sekaligus launching majalah “BUKA”.

Kegiatan yang mengusung tema Keterbukaan Informasi untuk memperkuat Demokrasi dan Good Governance tersebut, berlangsung di Kantor KI Pusat pada Selasa (10/09).

Hadir sebagai pembicara pada kesempatan tersebut, Anggota DPR RI Komisi 2, Komarudin Watubun, Wahyu Setiawan (Komisi KPU RI), dan Abhan (Ketua Bawaslu RI).

Komarudin Watabun dalam pemaparannya mengatakan, “Apapun bentuk demokrasinya, yang penting bisa mewujudkan tujuan negara,” pukas Komarudin.

“Problem kita saat ini adalah sumber daya manusia kita banyak bikin lembaga tetap saja problem kita sumber daya manusia, karena tatanan kita baru di demokrasi prosedural,” tambah Komarudin.

Di tempat yang sama, Wahyu Setiawan, dalam kesempatan tersebut memaparkan tentang Keterbukaan Informasi Dalam Pemilihan Umum Tahun 2019. “Kita patut bersyukur bahwa pemilu serentak 2019 berjalan dengan aman walaupun masih banyak yang harus kita perbaiki,” ujar Wahyu.

“KPU telah bekerja dengan optimal pelayanan informasi, baik informasi tahapan maupun informasi kelembagaan dan KPU terbuka terhadap masukan juga kritik,” tambah Wahyu.

Sedang Abhan, dalam kesempatan tersebut menuturkan, bahwa dengan dinamika yang besar ini, bisa dikatakan catatan sejarah kita dapat menyelenggarakan pemilu serentak pada tahun 2019,” tutur Abhan.

“Keterbukaan menciptakan integritas yang melahirkan wibawa dalam menjalankan pengawasan karena melalui keterbukaan informasi diharapkan dapat ikut mendorong terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang baik, tambah Abhan.

Terkait majalah, Romanus Ndau Lendong, Pemimpin Redaksi dari majalah “BUKA” pada acara launching ini dalam sambutannya mengatakan, “Majalah ini ingin merekam dari sisi informasi dan diproyeksikan ke depan majalah ini menjadi milik kita semua yang berisi tentang keterbukaan informasi publik,” ujar Roman yang menjabat sebagai Anggota Komisioner KI Pusat.

Majalah ini akan beredar distribusinya sampai ke kabuoaten dan Kota seluruh Indonesia,” Tambah Roman.

Ketua KI Pusat, Gede Narayana dalam sambutannya pada acara launching ini mengatakan, “Dengan terbitnya majalah ini kita dapat memberikan pemahaman kepada badan public arti pentingnya transparansi dan akuntabilitas,” ujar Narayana.

“Semoga kedepannya dalam edisi-edisi selanjutnya majalah “BuKa” yang selanjutnya Badan-badan public bisa diajak bersinergi dalam informasi keterbukaan publik,” tambah Narayana. (lrf/Nor)

Share This