Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Sebanyak 203 mahasiswa UIN Jakarta menerima bantuan biaya pendidikan dari Kementerian Agama dalam bentuk Biaya Pendidikan Mahasiswa Miskin Berprestasi (Bidikmisi) tahun anggaran 2018. Mereka merupakan mahasiswa kurang mampu secara ekonomi namun memiliki potensi akademik baik.

Demikian siara pers Bagian Kemahasiswaan yang diterima BERITA UIN Online, Senin (5/11/2018). Dalam siaran pers itu juga disebutkan, para penerima Bidikmisi berasal dari beberapa fakultas dan jurusan yang diterima melalui lima jalur masuk UIN Jakarta serta penerima uang kuliah tunggal (UKT) pada kelompok 1-3.

Para penerima Bidikmisi dari lima jalur masuk tersebut ditetapkan melalui Keputusan Rektor UIN Jakarta secara berbeda. Pada jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), jumlah penerima Bidikmisi sebanyak 42 orang. Rinciannya, Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak empat orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (2 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (6 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (6 orang), Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan (4 orang), Fakultas Psikologi (2 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (16 orang), dan Fakultas Syariah dan Hukum (2 orang).

Di jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN), jumlah penerima Bidikmisi sebanyak 61 orang. Rinciannya, Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak enam orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (8 orang), Fakultas Dirasat Islamiyah (2 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (5 orang), Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan (20 orang), Fakultas Syariah dan Hukum (10 orang), dan Fakultas Ushuluddin (10 orang).

Jalur Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) sebanyak 20 orang. Rinciannya, Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak dua orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (1 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (3 orang), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (3 orang), Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan (2 orang), Fakultas Psikologi (1 orang), dan Fakultas Sains dan Teknologi (8 orang). Pada jalur Ujian Masuk PTKIN, jumlah penerima sebanyak 30 orang dengan rincian Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak tiga orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (4 orang), Fakultas Dirasat Islamiyah (1 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (2 orang), Fakultas IlmuTarbiyah dan Keguruan (10 orang), Fakultas Syariah dan Hukum (5 orang), dan Fakultas Ushuluddin (5 orang).

Sedangkan melalui jalur Ujian Mandiri UIN Jakarta, jumlah penerima sebanyak berjumlah 50 orang. Rinciannya, Fakultas Adab dan Humaniora sebanyak lima orang, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi (6 orang), Fakultas Dirasat Islamiyah (1 orang), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (5 orang),  Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (3 orang), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (12 orang), Fakultas Psikologi (1 orang), Fakultas Sains dan Teknologi (6 orang), Fakultas Syariah dan Hukum (5 orang), dan Fakultas Ushuluddin (5 orang).

Besaran bantuan pendidikan diberikan kepada masing-masing penerima sebanyak Rp 6,6 juta per semester. Uang tersebut meliputi biaya SPP per semester, living cost, dan asrama.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Kemahasiswaan R Trisno Riyadhi mengatakan, para penerima bantuan Bidikmisi merupakan mahasiswa semester pertama. Mereka telah melalui proses seleksi ketat yang meliputi seleksi berkas, psikotes, dan wawancara.

“Seleksi, para penerima bantuan pendidikan harus memiliki prestasi akademik yang ditunjukkan dengan indeks prestasi (IP) minimal 3 sejak semester pertama. Jika kurang dari itu, maka bantuan pendidikannya akan dihentikan atau dicabut,” ujarnya. (ns)

Share This