Bandung, BERITA UIN Online— Para pimpinan fakultas, biro, unit dan lembaga di lingkungan UIN Jakarta bersama-sama menandatangani  Indikator Kinerja Utama (IKU) dan Komitmen Anggaran Serapan tahun 2018 di Hotel el Royale, Bandung, Jawa Barat, Selasa (23/1/2018). Terkait itu, Rektor UIN Jakarta, Prof. Dr. Dede Rosyada MA, meminta masing-masing mampu merealisasikan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) 2018 minimal 80 persen.

Penandatanganan IKU sendiri merupakan rangkaian akhir dari kegiatan Rapat Kerja Pimpinan (Rakerpim) UIN Jakarta 2018 yang berlangsung sejak hari Minggu hingga Selasa, 21-23 Januari 2018. Sepanjang waktu itu, para pimpinan UIN Jakarta kembali membaca secara kritis Rencana Kerja dan Anggaran, Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran, dan mensingkronnya dengan Rencana Strategis UIN Jakarta sebelum kemudian ditutup dengan penandatanganan IKU dan komitmen serapan anggaran 2018.

“Seperti halnya dinamisnya penganggaran, di situ ada kenaikan-kenaikan (anggaran, red.) yang saya harapkan di 2018 tidak ada capaian di bawah 80 persen. Mudah-mudahan janji ini bisa tercapai minimal 80 persen. Syukur-syukur bisa mencatatkan prosentase pencapaian lebih tinggi,” kata Rektor.

Diketahui, IKU atau disebut juga Key Performance Indicators (KPI) merupakan standar yang menjadi ukuran keberhasilan unit atau lembaga dalam mewujudkan sasaran strategis yang ditetapkan. Dalam hal ini, masing-masing biro, fakultas, unit dan lembaga di lingkungan UIN Jakarta mencatatkan masing-masing IKU yang ingin direalisasikan sepanjang tahun anggaran 2018.

Ditemui usai penandatangan, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan UIN Jakarta, Drs. H. Subarja M.Pd, mengaku siap merealisasikan target 90 persen prosentase pencapaian IKU biro yang dipimpinnya. Menurutnya, angka 90 persen merupakan target terwajar mengingat prosentasi pencapaian IKU-nya sebesar 89 persen.

“Insya Alloh kita pasang target 90 persen. Mudah-mudahan dengan soliditas dan kerja keras para kepala bagian, sub bagian maupun staf di biro kami, angka 90 persen tahun 2018 akan kami realisasikan,” tuturnya optimis.

Merujuk evaluasi atas pencapaian target IKU tahun lalu, sambung lelaki kelahiran Bogor tahun 1964 lalu ini, pencapaian target IKU akan dilakukan dengan menjaga pencapaian kualitas kerja tahun 2017 sekaligus peningkatan kualitas kinerja pada beberapa aspek yang di tahun lalu masih belum optimal. “Salah satunya kita akan optimalkan sistem electronic budgeting, juga penajaman outcome anggaran yang kita realisasikan,” terangnya lagi. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This