Gedung SPs, BERITA UIN Online – Sebanyak 20 peserta Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) Kementerian Agama (Kemenang) mengikuti masa Orientasi Studi dan Akademik (OSA) di Auditorium Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta pada 29-30 Agustus 2019. Orientasi digelar agar peserta dapat mengenal lingkungan kampus dan kegiatan akademik sebelum mengikuti perkuliahan.

Orientasi  hari pertama dilakukan pada Senin (19/8/2019) kemarin seusai dibuka oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kamaruddin Amin.  Turut hadir pada pembukaan tersebut Wakil Rektor Bidang Akademik Zukifli, Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf, Wakil Direktur Hamka Hasan, Ketua Program Studi Program Doktor Didin Saepuddin, Ketua Program Studi Program Magister JM Muslimin, dan Sekretaris Program Doktor Usep Abdul Matin.

Sesuai jadwal, peserta mengikuti masa Orientasi secara fullday sejak pukul 08.00 hingga pukul 16.00. Materi yang diberikan selain terkait dengan bidang akademik atau proses belajar mengajar juga hal-hal yang bersifat teknis dan paktis.

Menurut Asriati, pengenalan akademik dan lingkungan kampus penting diberikan bagi mahasiswa baru sebelum memulai perkuliahan. Hal itu bertujuan agar mahasiswa dapat mengenali proses belajar di SPs UIN Jakarta, baik yang bersifat akademis maupun administratif.

“Masa Orientasi berlaku untuk semua mahasiswa baru dari semua jalur masuk. Hanya saja, khusus bagi jalur PMLD, peserta menerima materi lebih padat sehingga waktunya cukup lama, yakni dua pekan,” kata Kepala Sub Bagian Tata Usaha Asriati kepada BERITA UIN Online di gedung SPs UIN Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Peserta PMLD, kata Asriati, merupakan para penerima beasiswa dari Kemenag.  Mereka akan menempuh pendidikan S2 dan berlanjut ke S3 secara otomatis dengan masa belajar selama 4,5 tahun.

“Mereka (para peserta PMLD, Red) diterima di SPs UIN Jakarta setelah menjalani masa seleksi pada akhir Desember tahu lalu. Dari 176 calon peserta yang mendaftar, hanya 20 peserta yang dinyatakan lulus dan memenuhi syarat,” katanya .

“Jumlah angka tersebut sesuai dengan kuota yang ditetapkan Kemenag,” lanjutnya.

Asriati juga menjelaskan, program PMLD berbeda dengan program penerimaan mahasiswa baru reguler. Program PMLD diseleksi secara khusus dan melibatkan Kemenag.

Karena jalur khusus, program ini hanya diperuntukkan bagi sarjana lulusan S1 dengan latar belakang bidang studi keagamaan, seperi  tafsir, hadis, pemikiran Islam, hukum Islam, sejarah peradaban Islam, dakwah, pendidikan Islam, ekonomi Islam, serta bahasa dan sastra Arab. Selain di UIN Jakarta, program yang sama juga dibuka di UIN Yogyakarta. ns)

Share This