Gedung Rektorat, BERITA UIN Online—UIN Jakarta bakal segera menerima 20 orang mahasiswa asal Afganistan untuk belajar di sejumlah program studi jenjang sarjana UIN Jakarta mulai tahun akademik 2018/2019. Ke-20 mahasiswa ini bakal belajar di sejumlah program studi dua fakultas, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) dan Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Jakarta.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Layanan Kerjasama Internasional UIN Jakarta, Rachmat Baihaky MA, di ruangannya, Jumat (29/06/2018). “Insya Allah ke-20 orang mahasiswa sudah tiba di Indonesia pada Selasa depan (03/07/2018),” ungkapnya.

Menurut Rachmat, ke-20 mahasiswa ini bakal belajar dengan beasiswa penuh dari Rektor UIN Jakarta dan Kementerian Agama RI. Jika beasiswa rektor menutup kebutuhan pembiayaan akademik, beasiswa Kementerian Agama RI menutup kebutuhan biaya hidup dan transportasi dari negara asal mereka.

Dosen Fakultas Ilmu Dakwah dan Komunikasi ini menambahkan, pemberian beasiswa bagi 20 mahasiswa asal Afganistan merupakan tindak lanjut pemerintah Indonesia memberikan bantuan pendidikan bagi warga negara tersebut. Bantuan sendiri diberikan Pemerintah Indonesia dalam mendorong tumbuhnya Islam moderat di negara tersebut.

Diketahui, saat menerima kunjungan Presiden Afganistan, Muhammad Ashraf Ghani, di Istana Merdeka, Rabu 5 April 2017 lalu, Presiden RI Joko Widodo menyatakan Indonesia akan memberikan beasiswa bagi 100 mahasiswa Afganistan. Dengan beasiswa itu, para pemuda Afganistan diharapkan bisa menuntut di berbagai perguruan tinggi negeri Indonesia.

Sebetulnya, ungkap Rachmat, ke-20 mahasiswa yang difasilitasi Kedutaan Besar Indonesia di Kabul, Afganistan ini dipersilahkan memilih berbagai perguruan tinggi negeri dan keislaman di Indonesia. Namun, dari sejumlah perguruan tinggi yang ditawarkan, ke-20 mahasiswa tersebut lebih memilih UIN Jakarta.

“Tentu ini membanggakan bagi UIN Jakarta dipercaya menjadi destinasi studi mahasiswa internasional, terutama Afganistan. Semoga UIN Jakarta bisa memenuhi harapan dan kepercayaan Pemerintah Indonesia maupun masyarakat Afganistan sendiri,” paparnya.

Sebarkan Islam Ramah

Di tempat lain, Rektor Prof. Dr. Dede Rosyada MA menambahkan, pengiriman 20 mahasiswa Afganistan untuk belajar di UIN Jakarta merupakan tindak lanjut dari serangkaian kesepakatan kerjasama akademik UIN Jakarta dengan berbagai negara. Salah satu sasaran kerjasama ini adalah menerima mahasiswa mereka untuk belajar di UIN Jakarta pada program studi sesuai peminatan. Tak hanya sarjana, mereka bisa belajar di tingkat pascasarjana baik magister maupun doktoral.

“Salah satunya adalah dari Afganistan. Kita menerima secara terbuka pengiriman mahasiswanya untuk belajar di kampus ini. Bahkan kita, UIN Jakarta dan Kementerian Agama RI fasilitasi dengan beasiswa penuh,” paparnya.

Rektor menambahkan, penerimaan mahasiswa asing dari berbagai negara memiliki dampak positif secara akademik maupun keislaman dan kemanusiaan. Secara akademik, penerimaan belajar mahasiswa asing belajar merupakan kepercayaan sekaligus pengakuan publik internasional atas kapasitas akademik yang dimiliki UIN Jakarta. “Kepercayaan yang tentu harus kita bayar dengan kualitas pembelajaran yang berkualitas,” katanya.

Dari sisi keislaman dan kemanusiaan, lanjutnya, penerimaan mahasiswa asing dari berbagai negara menjadi peluang bagi dunia pendidikan tinggi Islam Indonesia dalam menyebarkan ide dan praktik keislaman yang moderat sebagai penopang kehidupan kemanusiaan yang lebih baik. Ide dan praktik demikian amat diperlukan dalam menekan potensi konflik bermotif perbedaan pemikiran hukum dan teologis keislaman seperti belakangan terjadi di berbagai kawasan negara Muslim. (farah nh/yuni nk/zm)

Share This