Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Dua mahasiswa UIN Jakarta, yakni Izzul Fadhil Ihsani (mahasiswa semester 7 Prodi Komunikasi dan Penyiaran Islam Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi) dan Shofiyatul Ummah (mahasiswi semester 7 Prodi Perbandingan Mazhab Fakultas Syariah dan Hukum), terpilih sebagai delegasi International Youth Leader Chapter Santri Millenial di Turki pada 23-29 September 2021. Keduanya terpilih setelah mengikuti proses seleksi secara ketat dalam program yang diselenggarakan International Youth Leader (IYL) Indonesia itu.

Izzul Fadhil Ihsani kepada BERITA UIN Online di Gedung Rektorat, Selasa (26/10/2021), mengungkapkan, program IYL merupakan sebuah acara tahunan yang bertujuan untuk mempromosikan keberagaman, perdamaian, dan membangun generasi muda kreatif berjejaring global. Tujuan lainnya adalah untuk meningkatkan kompetensi dan melatih jiwa kepemimpinan di kalangan generasi muda milenial.

“Tema yang diusung tahun ini adalah ‘Santri Millenial’. Hal itu sesuai dengan sasaran kepesertaannya, yakni kaum santri,” ujarnya.

Menurut anggota Gerakan Pramuka UIN Jakarta itu, kegiatan IYL di Turki tahun ini diikuti oleh sekira 30 peserta dari 20 kampus dan sekolah, baik dari Indonesia maupun luar negeri. Dari Indonesia, delegasi yang ikut di antaranya dari UIN Jakarta, UIN Bandung, Universitas Islam Indonesia (UII), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Brawijaya (Unibraw), Universitas Padjajaran (Unpad), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Riau (Unri), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Andalas (Unand), STIQ Ar-Rahman Bogor, Universitas Diponegoro (Undip), Zamzam Syifa Boarding School Depok, Nurul Fikri Boarding School Semarang, MAN 4 Banjar, dan SMAN 1 Kalianda Lampung. Sedangkan dari luar negeri di antaranya Universitas Al-Azhar Kairo dan Universitas Islam Internasional Malaysia.

“Kegiatan utama IYL meliputi Research Market, Youth Project, Culture Exchange, Forum Group Discussion, International Conference, dan Halal Tour,” terang Izzul.

Research Market dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Kota Bursa dengan nama “Munira” pada 23 September 2021 dan di Kota Pamukkale dengan nama “Leatherium Kircilar” pada 24 September 2021.

Pada Research Market perama, peserta diajak untuk mengetahui strategi pemasaran, ekspor impor, dan laba-rugi dari produk Munira, seperti turkish delight, bunga safron, pakaian, dan aksesoris Turki. Lalu pada Research Market kedua, peserta diajak untuk mengetahui proses pembuatan jaket kulit, pemasaran, dan laba-rugi yang diperoleh dari Litherium Kircilar.

Kemudian, program Youth Project  juga dilaksanakan di dua tempat, yaitu di Kota Pamukkale pada 24 September 2021 dan di Kota Konya pada 25 September 2021.

Saat di Pamukkale, peserta program Youth Project diajak untuk mempelajari situs sejarah peninggalan peradaban Romawi Kuno di Ephesus dan Pamukkale Hiarapolis. Sedangkan untuk Youth Project di Konya peserta diajak untuk mempelajari sejarah peninggalan peradaban Islam, seperti berziarah ke makam tokoh sufi Jalaluddin Rumi dan Carevanserai yang merupakan tempat transit bagi para pedagang di zaman Kekaisaran Ottoman.

Culture Exchange digelar di Kota Cappadocia pada 26 September 2021 dengan mengunjungi beberapa situs, seperti Divrent Valley, Goreme Valley, Pigeon Valley, dan kota bawah tanah Ortasihar. Kemudian dilanjutkan dengan mempelajari pembuatan karpet dari bahan sutera yang sudah mendunia dan dibanderol dengan harga ratusan juta rupiah. Puncak dari Culture Exchange yaitu dengan mewawancarai langsung masyarakat Turki secara berkelompok di Desa Avanos. Wawancara dilakukan untuk mengetahui lebih dalam mengenai budaya Turki, kebiasaan sehari-hari masyarakat Turki, keislaman di Turki, dan budaya Indonesia di mata orang Turki.

Setelah itu peserta mengadakan Forum Group Discussion (FGD) untuk mempresentasikan hasil dari kegiatan Culture Exchange. Selain untuk memperluas wawasan, forum itu juga sebagai ajang mempererat persahabatan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan antarsesama delegasi.

Hari berikutnya, yakni pada 27 September 2021, para peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Istanbul untuk melakukan International Conference keesokan harinya. Di tengah perjalanan, para peserta diberi kesempatan untuk mengunjungi Tuz Golu (danau garam) dan Museum Ataturk di Kota Ankara.

“Setelah itu peserta kembali melanjutkan perjalanan menuju Istanbul bagian Eropa,” ujar Izzul.

Dia menambahkan, acara International Conference dilaksanakan pada 28 September 2021 yang berlokasi di Istanbul Ilim Ve Ilim Vakve. Kegiatan ini dilaksanakan atas kolaborasi antara Pimpinan Cabang Indonesia Nahdlatul Ulama (PCINU) Turki dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Istanbul. Peserta International Conference diikuti oleh seluruh delegasi dengan agenda utama membahas permasalahan pendidikan antara Indonesia dan Turki.

Sementara kegiatan Halal Tour, menurut Izzul, merupakan kegiatan terakhir dari kegiatan peserta IYL selama berada di Turki. Halal Tour diawali dengan melakukan pelayaran di Selat Bosphorus, yaitu selat yang memisahkan antara Benua Asia dan Eropa. Kemudian dilanjutkan dengan tour menuju Hagia Sophia, Blue Mosque, Hippodrome, dan Bazar Indonesia Istanbul.

“Di tempat ini pula diumumkan pemberian penghargaan bagi para peserta, yakni penghargaan sebagai Best Delegate dan Best Group,” katanya.

Izzul mengatakan bahwa selama melakukan touring di Turki, kelompoknya memperoleh penghargaan sebagai Best Group. Ia bersyukur telah memperoleh penghargaan tersebut.

Alhamdulillah, selama sepekan di Turki, perjuangan dan rasa lelah kami terbayarkan dengan membawa sejuta pengalaman. Apalagi kami juga memperoleh penghargaan,” ucapnya.

Setelah penutupan, para peserta IYL langsung menuju Bandara Internasional Istanbul, Sabiha Gokcen, untuk selanjutnya pulang ke Tanah Air. (ns)

Share This