Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Sekira 132.000 peserta dipastikan akan mengikuti seleksi Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (UM-PTKIN) nasional. Seleksi tes tulis dilakukan secara online atau Sistem Seleksi Elektronik (SSE) menggunakan aplikasi dari rumah masing-masing. Selain dengan cara tulis dan dalam jaringan (daring), seleksi juga mempertimbangkan nila rapor peserta pada tiga semester awal.

Demikian hasil rapat koordinasi Panitia Nasional dan Lokal UM-PTKIN yang digelar secara virtual, Rabu (15/7/2020). “Peserta akan mengisi soal di rumah masing-masing menggunakan aplikasi berbasis komputer,” kata Haris Setiaji, Koordnator Pusat Seleksi UM-PTKIN.

Menurut Haris, peserta UM-PTKIN berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka memilih PTKIN (UIN/IAIN/STAIN) sesuai minat masing-masing dan tersebar di 1.197 program studi yang ditawarkan.  Peserta UM-PTKIN diikuti oleh 58 PTKIN plus Fakultas Agama Universitas Singaperbangsa Karawang, Jawa Barat.

Peserta akan mengikuti seleksi pada 3-6 Agustus 2020 serentak secara nasional sebanyak tiga sesi per hari. Materi soal yang diujikan terdiri atas Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), llmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Tes Kemampuan Dasar (TKD).

Berdasarkan sebaran asal kota/kabupaten peserta, terdapat tiga besar pendaftar terbanyak. Ketiga kota/kabupaten itu adalah Kota Palembang, Sumatera Selatan, sebanyak 2.151 peserta, Kabupaten Tulung Agung, Jawa Timur (1.976 peserta), dan Kabupaten Jember, Jawa Timur (1/786 peserta).

Sedangkan berdasarkan program studi paling diminati, terdapat di lima besar PTKIN, yaitu Hukum Ekonomi Syariah (UIN Aceh), Ekonomi Syariah (UIN Surabaya), Farmasi (UIN Makassar), Manajemen Keuangan Syariah (UIN Bandung), dan Pendidikan Agama Islam (UIN Yogyakarta).

Total kuota yang disediakan secara nasional terdapat 73.770 kursi. UIN Jakarta pada sistem seleksi bersama ini menawaran sebanyak 30 program studi dengan total kuota sebesar 1.338 kursi. (ns)

Share This