Wisuda kali ini secara kebetulan bertepatan dengan Milad ke-65 ADIA/IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Tema Milad adalah “65 Tahun UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Membangun Indonesia”. Tema ini sangat berkorelasi dengan tema wisuda kali ini, yaitu “Peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam Pembangunan Karakter dan Pencapaian SDGs”.

Seperti diketahui, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lahir tidak secara kebetulan. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta lahir dari sebuah ikhtiar bersama yang dilakukan oleh para founding father, para tokoh dan cendekiawan Muslim yang memiliki komitmen untuk memajukan umat Islam Indonesia. Pendirian kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga digagas untuk mewujudkan cita-cita bersama membangun manusia yang beriman, bertakwa, berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia disertai kemampuan intelektual memadai. Namun, untuk mewujudkan cita-cita tersebut tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Diperlukan perjuangan panjang dan berliku dari masa ke masa dan dari generasi ke generasi. Entah sudah berapa sarjana muslim dilahirkan dari dari kampus yang dulu bernama Akademi Dinas Ilmu Agama (ADIA) tersebut.

Memakna akan kelahiran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, maka menjadi momentum yang tepat jika pada perayaan Milad ke-65 tahun ini kita melakukan refleksi dan sekaligus mereaktualisasikan kembali mengenai perannya di masyarakat. Gagasan untuk membangun Indonesia tentu bukan semata menjadi tanggung jawab perguruan tinggi secara institusional melainkan juga tanggung jawab setiap individu generasi muslim atau sarjana muslim yang dilahirkan dari kampus ini. Karena itu pula kita patut bersyukur bahwa para sarjana lulusan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang meskipun masih ada sebagian menyebut sebagai sarjana agama, namun peran untuk membangun Indonesia telah banyak dilakukan dengan caranya masing-masing. Bahkan ironisnya, dan tentu sangat di luar dugaan, bahwa sarjana muslim IAIN (sekarang UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta yang dulu hanya dikatakan belajar agama an sich, justru sebaliknya telah banyak berkiprah di luar mainstream keagamaan. Mereka ini ada yang berkiprah sebagai diplomat, politisi, birokrat, pengusaha, wartawan, dan sebagainya.

Saya ingin menyebut contoh, bahwa ada di antara lulusan IAIN/UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut saat ini ada yang menduduki jabatan tinggi di dunia perbankan, misalnya Dr. Agus Sabaruddin, MSi sebagai Direktur Utama Bank Banten. Beliau adalah lulusan Fakultas Adab dan Humaniora. Kemudian ada juga lulusan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan yang saat ini menjadi Duta Besar RI untuk negara Kuwait, yaitu Dra. Lena Mariana Mukti, dan tentu banyak lagi yang lainnya.

Peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta untuk berkiprah membangun negeri Indonesia tercinta jelas tak diragukan lagi. Bahkan secara kelembagaan kita juga telah banyak andil, baik secara langsung maupun tidak langsung, di tengah masyarakat kita. Hal itu dilakukan sesuai dengan misi Tridarma Perguruan Tinggi yang menjadi tugas pokok sebuah lembaga pendidikan tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Di bidang pendidikan dan pengajaran kita terus melakukan proses transfer knowledge disertai evaluasi dan inovasi struktur kurikulum serta metodologi pengajarannya seiring dengan perkembangan zaman, terutama di era digital dan era disrupsi saat ini. Di bidang penelitian pun terus kita tingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya serta bidang pengkajiannya. Hal itu dilakukan agar produk-produk hasil penelitian kita lebih aplikatif dan implementatif yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan lebih luas dalam pengembangan ilmu pengetahuan serta untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Sementara di bidang pengabdian kepada masyarakat, peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta senantiasa menjadikan masyarakat sebagai basis kegiatan utama seraya terus mengajak masyarakat terlibat dalam pembangunan, seperti pembangunan di bidang agama, pendidikan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan hukum. Hal-hal inilah yang menjadi komitmen dan conern UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai “kampus rakyat”, yakni dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Guna mewujudkan ketiga misi tersebut UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terus membenahi infrastruktur, fasilitas dan sarana serta prasarana kampus agar tercipta lingkungan ilmiah kampus yang lebih nyaman dan lebih estetis. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta juga terus mendorong sumber daya manusianya, baik dosen dan tenaga kependidikan, agar lebih inovatif, kreatif, dan partisipatif dalam proses pembelajaran di kampus. Mereka kita beri kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dengan meraih pendidikan lebih tinggi. Alhamdulllah, saat ini sudah ada ratusan dosen yang sudah bergelar doktor dan tenaga kependidikan yang bergelar magister. Mereka yang sudah bergelar doktor lalu kita dorong lagi agar cepat meraih gelar profesor dalam berbagai bidang keilmuan.

Menyikapi dan merespon peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pembangunan manusia yang berkarakter menuju tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan sebagaimana yang menjadi tema wisuda sarjana kali ini, sejatinya memang harus menjadi komitmen bersama. SDGs adalah program atau agenda PBB yang menjadi kesepakatan pembangunan global. SDGs berisi 17 tujuan dan 169 target dari rencana aksi global untuk 15 tahun ke depan hingga 2030. Inti agenda SDGs adalah guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan, dan melindungi lingkungan. SDGs berlaku bagi seluruh negara (universal) tanpa terkecuali, termasuk negara maju agar memiliki kewajiban moral untuk mencapai tujuan dan target SDGs.

Dari 17 tujuan SDGs, tujuan keempat merupakan paling bersinggungan langsung dengan peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yaitu bagaimana membangun pendidikan berkualitas bagi anak bangsa. Karenanya menjadi hal yang niscaya jika peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam pengembangan pendidikan berada di garda terdepan bersama lembaga pendidikan tinggi lainnya.

Mengembangkan pendidikan dan membangun manusia berkarakter memang tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh waktu dan proses untuk menjalankannya. Meski demikian kita harus bersikap optimistis bahwa peran UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam turut serta membangun Indonesia melalui bidang pendidikan akan terus berjalan sesuai visi dan misi yang sudah kita miliki serta milstones rencana staregis yang dijalankan secara bertahap.

Ke depan, tantangan dunia pendidikan juga akan terus meningkat sering perubahan zaman. Namun, semua akan kita lalui jika seluruh komponen di kampus ini dan juga kalangan stakeholders bahu membahu memberikan banyak kontribusi terhadap pengembangan lembaga pendidikan seperti halnya UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang telah diwariskan oleh para founding father kepada kita.

Oleh karena itu saya mengajak kepada yang hadir di sini dan seluruh masyarakat Indonesia berkomitmen bersama untuk merawat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, yang bukan saja sebagai aset umat Islam melainkan juga seluruh bangsa Indonesia. Kepada kalian, para wisudawan/wisudawati, saya juga ingin mengajak agar terus mengharumkan nama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta di dunia internasional melalui kiprah dan kemampuan kalian masing-masing di masyarakat.* (ns)

Naskah ini disampaikan pada sambutan Wisuda Sarjana ke-124 di Auditorium Harun Nasution tanggal 4 Juni 2022.

Share This