Tentang UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Prakata Rektor

Meneguhkan Kontribusi UIN Jakarta

PERGURUAN Tinggi Keagamaan Negeri (PTKN) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki komitmen untuk terus mengokohkan kontribusi keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan di masa kini ataupun mendatang. Ketiganya merupakan satu kesatuan yang dibutuhkan masyarakat, baik di tanah air maupun dunia. Karenanya, komitmen ini perlu didukung proses transformasi yang harus selalu berjalan menuju arah lebih baik.

Dari sisi kontribusi keilmuan, UIN Jakarta memikul tanggung jawab besar membangun tradisi akademik yang kuat dengan mencakup pengajaran generasi bangsa hingga riset sains dan ilmu pengetahuan sosial inovatif yang dibutuhkan dalam membangun kehidupan umat manusia. Dalam hal ini, UIN Jakarta bertekad menjadi perguruan tinggi yang merevitalisasi kemajuan tradisi ilmu pengetahuan, seperti yang sudah dikembangkan oleh para ulama, ilmuwan, dan cendekiawan Muslim di era keemasan peradaban Islam. Tentu saja, revitalisasi ini disesuaikan dengan kebutuhan sains dan ilmu pengetahuan di masa kini

Dari sisi kontribusi keislaman, UIN Jakarta harus menjadi institusi terdepan dalam gagasan dan implementasi moderasi beragama yang terefleksikan dalam rupa wasathiyah Islam, Islam yang bervisi rahmatan lil ‘alamin dan seimbang. Keislaman yang mengedepankan prinsip tawassuth (moderasi), ‘adalah (keadilan), dan tawazun (keseimbangan) dalam segala sisi kehidupan. Sikap keberagamaan yang seimbang antara dimensi pengamalan agama sendiri (exclusive) dan dimensi penghormatan kepada praktik beragama lain yang berbeda keyakinan (inclusive). Keseimbangan dalam praktik beragama ini menjadi keniscayaan jika kita ingin hidup rukun dalam kehidupan yang plural, termasuk memangkas sikap ekstrem atau fanatisme berlebihan.

Pada akhirnya, kontribusi keilmuan dan kontribusi keislaman yang dilakukan secara bersamaan bermuara pada kontribusi lain yang ingin didedikasikan oleh UIN Jakarta, yakni kontribusi bagi kehidupan kemanusiaan lebih baik. Dalam frame integratif, keduanya dikembangkan secara seimbang, saling mengisi satu sama lainnya. Sains dan ilmu pengetahuan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan umat manusia dalam meningkatkan martabat kehidupannya. Pengembangannya diharap mengkreasikan instrumen yang dibutuhkan manusia dalam menyelesaikan berbagai problematika kehidupannya. Pada saat yang sama, Islam diimplementasikan sebagai cara pandang (world view), sumber moral, dan prinsip yang memenuhi kebutuhan hidup seimbang manusia antara aspek bersifat duniawi dan ukhrawi.

Kontribusi keilmuan, keislaman, dan kemanusiaan menjadi tiga hal yang ingin terus diteguhkan oleh UIN Jakarta ke depan. Guna mendukung pengokohan kontribusinya, UIN Jakarta bertransformasi menjadi PTKN Badan Hukum. Pengelolaan keuangan dalam PTKN Badan Hukum menjadi penting karena UIN Jakarta bisa memiliki keleluasaan dalam menjalankan peran kontributifnya bagi pengembangan keilmuan, implementasi nilai keislaman yang rahmatan lil alamin, maupun kemanusiaan dalam konteks kebangsaan maupun entitas masyarakat global. Menjadi PTKN Badan Hukum memungkinkan UIN Jakarta untuk bergerak lebih dinamis dalam mengembangkan tridharma perguruan tinggi sesuai tuntutan zaman.

Tentu saja, keinginan bertransformasi menjadi PTKN Badan Hukum menghadirkan konskuensi yang harus dipenuhi. Selain mempertahankan raihan yang dicapai, kita juga wajib mengejar raihan yang harus terus dikejar baik dari sisi akademik ataupun kelembagaan. Di antaranya peningkatan kualitas pembelajaran dengan model dan kurikulum pembelajaran yang adaptif, peningkatan kualitas akreditasi program studi ataupun rekognisi regional dan global, penguatan kerja sama, konektivitas riset oleh dosen dan peneliti dengan kebutuhan masyarakat dan industri, peningkatan publikasi dan paten, serta pemberdayaan potensi ekonomi lembaga.

Ciputat, Februari 2022

Rektor,
Prof. Dr. Hj. Amany Lubis, M.A