Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – UIN Jakarta menandatangani dua kerja sama dengan Sekolah Tinggi Teologi (STT) Baptis Kalvari Indonesia Jakarta dalam bidang pengembangan akademik. Kerja sama pertama dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU) ditandatangani antara UIN Jakarta dan STT Baptis Kalvari serta kerja sama teknis dengan Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta.

Acara penandatanganan kerja sama berlangsung di ruang rektor gedung Rektorat, Selasa (30/7/2019). Kerja sama pertama ditandatangani oleh Rektor UIN Jakarta Amany Lubis dan Ketua STT Baptis Kalvari Ang Harjunadi Sudarma, sedangkan kerja sama kedua oleh Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf dan Ketua STT Baptis Kalvari Ang Harjunadi Sudarma.

Turut menyaksikan dalam acara pendandatangan tersebut Wakil Rektor Bidang Kerja Sama Andi Faisal Bakti, Ketua Program Doktor SPs UIN Jakarta Didin Saepuddin, Ketua Program Magister SPs UIN Jakarta JM Muslimin, Ketua Pusat Layanan Kerja Sama Internasional (PLKI) Dadi Darmadi, dan sejumlah staf STT Baptis Kalvari.

Dalam nota kesepamahaman bersama tersebut ada hal yang disepakati. Pertama, kedua belah pihak akan bersama-sama mengembangkan kegiatan akademik, khususnya di bidang riset, publikasi, dan pertukaran informasi. Kedua, pengembangan sumber daya manusia. Dalam hal ini, pihak STT Baptis Kalvari akan mengirimkan sejumlah staf pengajar maupun tenaga administrasinya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang S3 (doktoral) di SPs UIN Jakarta.

Ketua STT Baptis Kalvari, Ang Harjunadi Sudarma mengatakan, pengiriman studi bagi para staf STT Baptis Kalvari ke SPs UIN Jakarta akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama rencananya dilakukan pada tahun akademik 2019/2020 atau pada semester genap tahun ini.

Menurut Ang, kerja sama dengan UIN Jakarta, khususnya dengan SPs UIN Jakarta, konon didasarkan kepada hubungan kebhinekaan dan persaudaraan. Hal itu mengingat kedua lembaga pendidikan, yakni STT Baptis Kalvari dan UIN Jakarta, bukan semata sama-sama di bawah pembinaan Kementerian Agama melainkan juga memiliki misi bersama dalam membina umat masing-masing.

“Negara kita berdasarkan Pancasila dan hidup bersama dalam kebhinekaan. Untuk itu mari kita saling membina hubungan baik, apalagi kita berada di satu rumah, yakni Kementerian Agama,” katanya.

Rektor UIN Jakarta Amany Lubis menyambut positif diadakannya kerja sama dengan STT Baptis Kalvari. Bagi UIN Jakarta, katanya, kerja sama dengan kelompok berbeda agama bukan hal yang aneh. Sebab, UIN Jakarta sejak lama sangat concern pada upaya menumbuhkan sikap saling toleransi dan perbedaan.

Di UIN Jakarta, lanjut Rektor, mahasiswa yang belajar tak hanya dari kalangan Muslim. Kalangan agama lain, seperti Khonghucu dan Budha, juga banyak yang menimba ilmu tanpa harus ragu.

“UIN Jakarta bahkan sudah beberapa kali meluluskan sarjana dari kalangan agama berbeda, baik pada jenjang S1, S2 maupun S3,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur SPs UIN Jakarta Jamhari Makruf menyatakan secara teknis implementasi kerja sama dengan STT Baptis Kalvari akan dibicarakan lebih lanjut. Namun, ia berharap tindak lanjut kerja sama tersebut dapat segera dilakukan. Hal itu sesuai dengan harapan pihak STT Baptis Kalvari untuk menyekolahkan para stafnya di SPs UIN Jakarta.

“Sebagai tahap awal, kita akan menerima mahasiswa baru dari STT Baptis Kalvari melalui skema kerja sama ini sebanyak sembilan orang,” ucapnya. (ns)

Share This