Gedung SPs, BERITA UIN Online – Sekolah Pascasarjana (SPs) UIN Jakarta menyeleksi sedikitnya 176 peserta calon mahasiswa baru penerima Program Magister Lanjut Doktor (PMLD) pada 27-29 Desember 2018. Seleksi digelar di sejumlah ruang kelas, termasuk ruang teater, dan Resource Center.

Seleksi pada hari pertama digelar Kamis (29/12/2018) mulai pukul 08.00-13.00 WIB. Materi seleksi meliputi tiga bidang, yaitu Tes Potensi Akademik, Bahasa Inggris, dan Bahasa Arab. Pada hari kedua yang akan digelar Jumat (28/12/2018) besok, materi seleksi meliputi psikotes dan wawancara tentang keislaman, kebangsaan, dan  akademik. Sedangkan di hari ketiga yang akan digelar Sabtu (29/12/2018) materi berupa wawancara lanjutan.

Pelaksanaan seleksi pada hari pertama berjalan normal dan lancar. Seluruh peserta hampir datang tepat waktu sesuai yang dijadwalkan. Bahkan sebelum materi ujian dimulai, para peserta sudah berada di lokasi masing-masing.

Kepala Subbagian Tata Usaha SPs UIN Jakarta Asriati mengatakan, untuk terselenggaranya seleksi dengan baik, pihak panitia sudah menyiapkan sejumlah lokasi di beberapa titik, baik di lantai 1 maupun di lantai 2. Setiap lokasi diawasi oleh sedikitnya dua pengawas yang berasal dari unsur pegawai SPs UIN Jakarta.

“Karena seleksi ini merupakan program Kementerian Agama secara nasional, kami sudah siapkan semua infrastrukturnya dengan baik agar peserta dapat mengerjakan soal dengan tenang,” katanya.

Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Arskal Salim sempat melakukan peninjauan langsung pada seleksi di hari pertama tersebut. Ia juga sempat melihat dan memeriksa materi soal yang diujikan untuk peserta.

Seleksi PMLD diselenggarakan Kementerian Agama, dalam hal ini Direktorat Pendidikan Tinggi Kegamaan Islam, tahun anggaran 2018. Program tersebut merupakan rintisan yang baru digelar tahun 2018 ini. Peserta yang mengikuti program tersebut berasal dari lulusan S1 perguruan tinggi keagamaan Islam di seluruh Indonesia dengan latar bekakang pendidikan bidang tafsir hadis, pemikiran Islam, hukum Islam, sejarah peradaban Islam, dakwah, pendidikan Islam, ekonomi Islam, serta bahasa dan sastra Arab. Tahun ini, PMLD hanya dilaksanakan di dua pascasarjana, yaitu UIN Jakarta dan UIN Yogyakarta. Untuk UIN Jakarta, kuota penerimaan hanya diberikan kepada 20 peserta.

“Jika pada perkembangannya memungkinkan untuk diperluas, PMLD dapat diperluas di kampus-kampus lain dengan program studi yang semakin variatif, tetapi tetap dengan standar mutu tinggi,” kata Arskal seusai meninjau ruang ujian.

Sesuai jadwal, hasil seleksi akan diumumkan pada awal tahun 2019 melalui laman Direktorat Diktis Kementerian Agama. Bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi, peserta akan mendapatkan biaya pendidikan, seperti pendaftaran, perkuliahan, pengembangan akademik, tempat tinggal, biaya hidup, dan ujian-ujian. (ns)

Share This