Jakarta, BERITA UIN Online – UIN Jakarta bertekad untuk menjadikan RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sebagai RS berbasis syariah. Hal itu dilakukan agar penanganan pasien sesuai dengan nilai-nilai syariah yang berperspektif gender.

Hal itu dikatakan mantan Plt Direktur Utama RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Andi Wahyuningsih Attas kepada BERITA UIN Online seusai acara serah terima jabatan di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Menurut Andi, RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini telah mendapatkan respons positif dari masyarakat. Karena itu dalam waktu dekat RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan menjadi RS yang bersertifikat syariah dari Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Mudah-mudahan pada Januari ini atau paling telat Februari mendatang RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta sudah bersertifikat syariah,” katanya.

Mantan Direktur Utama RSUP Fatmawati Jakarta itu juga menyatakan bahwa RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta nantinya akan menjadi RS pertama milik pemerintah yang bersertifikat syariah.

Pengertian RS syariah, menurut Andi, setiap dokter atau perawat yang menangani pasien harus belandaskan pada gender. Kecuali pada tindakan tertentu yang dapat dilakukan oleh pria atau wanita, seperti dalam pelayanan registrasi saat pasien datang.

“Tapi jika pada tindakan-tindakan tertentu yang sensitif, seperti pemasangan alat pacu jantung atau pemasangan saluran air kencing (kateter urine), harus dilakukan sesuai gender,” jelasnya.

Artinya, pasien wanita harus ditangani oleh dokter atau perawat wanita. Begitu juga untuk sebaliknya, pasien pria harus ditangan dokter atau perawat pria. Hal itu berbeda dengan yang terjadi di RS lain.

Di RS umum penanganan pasien bisa saja tidak dilakukan sesuai gender. Termasuk di RS Islam sendiri yang belum bersertifikat syariah. Tapi jika sudah bersertifikat syariah, maka penanganan pasien harus sesuai syariat dan berperspektif gender.

Andi optimis bahwa RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta akan menjadi RS terbaik dan lebih Islami. Semua kader, baik dokter, perawat, maupun tenaga administrasinya siap untuk lebih Islami.

“Saya optimis RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menjadi RS yang lebih Islami. Hal itu didukung oleh kader atau sumber daya manusianya, baik dokter, perawat maupun tenaga administrasinya. Semua mendukung dan kompak,” ujarnya.

Andi Wahyuningsih Attas menjadi Plt Direktur Utama Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhitung sejak Mei 2020. Ia diangkat menjadi Plt Direktur Utama bersamaan dengan diserahkannya pengelolaan RS yang berdiri sejak 1994 itu dari Kementerian Agama kepada UIN Jakarta.

Selama 19 bulan memimpin, Andi menilai RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta kondisinya cukup baik dan banyak disukai masyarakat.

Alhamdulillah, saya merasa bersyukur berada di RS Pendidikan UIN Jakarta yang cukup baik serta akan berkembang lebih baik dan lebih Islami,” ucapnya.

RS Haji UIN Syarif Hidayatullah Jakarta saat ini dinakhodi Hari Hendarto, Dekan Fakultas Kedokteran UIN Jakarta, sebagai Plt Direktur Utama. (ns)

Share This