Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa santri berprestasi UIN Jakarta tengah mengikuti pembinaan di asrama.

Gedung Rektorat, BERITA UIN Online – Seperti tahun lalu, UIN Jakarta kembali akan melakukan penjaringan para calon mahasiswa baru untuk program S1 yang berprestasi tahun akademik 2017/2018. Skema penjaringan calon di antaranya melalui program pemberian beasiswa, baik internal maupun eksternal (kerja sama).

Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama Drs Zaenal Arifin MPd.I kepada BERITA UIN Online di gedung Rektorat, Jumat (10/2/2017) mengungkapkan, penjaringan calon mahasiswa berprestasi melalui pemberian beasiswa pendidikan dilakukan dalam tiga skema, yakni beasiswa Badan Layanan Umum (BLU) UIN Jakarta, beasiswa Kementerian Agama, beasiswa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan beasiswa Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Tapi penawaran jalur beasiswa tersebut hanya untuk beberapa program studi tertentu saja, tidak semuanya,” kata Zaenal.

Sebagai contoh, beasiswa BLU UIN Jakarta adalah pemberian biaya studi bagi calon mahasiswa untuk program studi (prodi) keagamaan, seperti di Fakultas Dirasat Islamiyah (1 prodi), Fakultas Ushuluddin (5 prodi), Fakultas Adab dan Humaniora (2 prodi), dan Fakultas Syariah dan Hukum (1 prodi). Menurut Zaenal, total kuota penerimaan jalur beasiswa untuk sembilan prodi ini berjumlah 200 orang.

Khusus untuk skema kerja sama dengan Kementerian Agama dan pemerintah daerah, beasiswa diberikan hanya bagi empat prodi di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Total kuota yang disediakan sebanyak 50 orang, dengan rincian beasiswa program santri berprestasi nasional dari Kementerian Agama sebanyak 40 orang, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (5 orang), dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (5 orang).

Menurut Zaenal, beasiswa Kementerian Agama dan pemerintah daerah merupakan program kerja sama untuk menjaring para calon mahasiswa berprestasi dari kalangan santri pondok pesantren (madrasah) di berbagai daerah di Indonesia. Kebijakan ini ditempuh agar para santri tersebut memperoleh akses dan kesempatan yang sama belajar di fakultas kedokteran.

“Karena itu, syarat untuk memperoleh beasiswa, para santri setelah lulus wajib kembali ke daerah asal masing-masing,” ujarnya. Selain wajib kembali ke daerah, selama kuliah di UIN Jakarta para santri ini juga wajib tinggal di asrama untuk pembinaan, termasuk mengikuti matrikulasi.

Zaenal lebih lanjut menjelaskan, program jalur beasiswa berprestasi hingga kini belum dibuka karena masih dalam proses persiapan. Namun, ia memastikan bahwa program tersebut tahun ini tetap dibuka guna memenuhi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, khususnya bagi para santri dari berbagai daerah. (lrf/ns)

Share This