BANDUNG, BERITA UIN Online–- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menghibahkan tanah seluas 10.035 meter persegi atau 1,0035 hektar lebih kepada kampus UIN Jakarta. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menandatangani dan menyerahkan langsung dokumen hibah kepada Rektor UIN Jakarta Prof Dr Dede Rosyada MA., di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandardinata No. 1, Kota Bandung, Kamis (8/03).

Tanah milik Pemprov Jawa Barat tersebut terletak di Jalan Kerta Mukti No. 3, Kelurahan Cireundeu, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan, Provinsi Banten.

Saat ini, tanah tersebut sudah dimanfaatkan untuk Gedung Kampus Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Jakarta, setinggi lima lantai.

“Pada hari ini, tentu diawali pembatalan perjanjian yang awal, pengajuan hibah, proses hibah. Alhamdulillah hari ini kita berhasil untuk memberikan hibah kepada UIN Jakarta dengan baik dan selamat. Tentu kita berharap akan bermanfaat bagi UIN Jakarta, juga bagi pengembangan keilmuan,” ujar Aher dalam sambutannya.

Aher pun berharap, penyerahan hibah ini menjadi bagian dari perhatian Pemprov Jawa Barat kepada dunia pendidikan. “Hibah ini untuk kepentingan pendidikan. Tentu kita berharap hibah ini bermanfaat bagi sivitas akademika di UIN Jakarta, dan bagi generasi muda di UIN Jakarta, khususnya bagi yang belajar di FISIP UIN Jakarta,” ungkap Aher.

Sebagai informasi, awalnya, tanah tersebut berstatus pinjam-pakai atau BOT. Jadi, sebelumnya ada perjanjian antara Pemprov Jawa Barat dengan UIN Jakarta tentang peminjaman lahan selama 30 tahun, sehingga setelah 30 tahun bangunan yang berada di atasnya akan menjadi milik Pemprov Jawa Barat.

Pada kesempatan yang sama, Rektor UIN Jakarta kepada BERITA UIN Online membenarkan apa yang diutarakan Gubernur. Lahan tersebut pada awalnya merupakan pinjam-pakai atau dalam bahasa lainnya itu BOT. Perjanjian selama tiga puluh tahun. Tapi dengan kebaikan Pemda Jabar kemudian sebelum tiga puluh tahun dihibahkan kepada UIN Jakarta.

“Alhamdulillah, terimakasih kepada Pemda Jabar yang telah menghibahkan lahan seluas satu hektar lebih untuk FISIP UIN Jakarta. Dengan harapan, akan bermanfaat dan berpartisipasi mencerdaskan kehidupan anak-anak bangsa,” papar Rektor.

Rektor juga menjelaskan, bahwa sedikitnya 30 persen mahasiswa UIN Jakarta berasal dari Jawa Barat. Sementara saat ini, arus masuk calon mahasiswa baru asal Jabar ke UIN Jakarta mulai meningkat. Rektor mengatakan jumlah calon mahasiswa baru asal Jabar kedua terbanyak.

“Sekarang sudah menyalip ke posisi kedua di UIN Jakarta untuk arus masuk (mahasiswa) yang berasal dari Jawa Barat,” tutur rektor. (lrf/voiceofjabar)

Share This