Gedung Kemahasiswaan, BERITA UIN Online – Jumat (23/3/2018) ini, pendaftaran calon penerima beasiswa pendidikan program Peningkatan Prestasi Akademik (PPA) UIN Jakarta resmi ditutup. Angka pelamar beasiswa tersebut jumlahnya mencapai lebih dari 3.500 peserta.

Pantauan BERITA UIN Online di Bagian Kemahasiswaan, tempat penyerahan berkas lamaran, siang ini terlihat ramai. Sejumlah petugas pun sibuk memverifikasi seluruh berkas yang masuk sejak dibuka pada 19 Maret lalu.

Kepala Sub Bagian Administrasi Kemahasiswaan Budi Purwanti SPd mengatakan, pihaknya hampir kewalahan menerima berkas lamaran dari para mahasiswa yang memburu beasiswa PPA. Setiap hari berkas yang masuk rata-rata mencapai puluhan bahkan ratusan. Meski demikian, katanya, petugas telah siap melayani. Selain dilakukan oleh para staf organik, penerimaan berkas juga melibatkan beberapa siswa sekolah yang sedang praktik kerja lapangan.

Alhamdulillah semuanya tertangani dengan baik. Proses verifikasi berkas dan inputing data pelamar juga berjalan normal,” katanya.

Budi menjelaskan, beasiswa pendidikan PPA merupakan salah satu beasiswa yang dibuka di UIN Jakarta. Beasiswa ini diberikan kepada seluruh mahasiswa UIN Jakarta berstatus aktif kuliah mulai semester 2 hingga semester 8. Berbeda dengan beasiswa lain, PPA tidak mensyaratkan bahwa calon penerima harus berasal dari mahasiswa kurang mampu secara ekonomi.

“Beasiswa ini khusus diberikan bagi para mahasiswa aktivis di organisasi kemahasiswaan intra kampus dan mahasiswa lain yang berprestasi, baik di bidang akademik maupun non akademik,” ujar Budi.

Syarat calon penerima beasiswa selain berasal dari para aktivis dan mahasiswa berprestasi, juga dibuktikan dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) per semester di atas 3,79. Syarat administratif lain, pelamar tidak sedang menerima beasiswa dari lembaga lain dan surat bukti sebagai aktivis organisasi kemahasiswaan intra kampus.

Sementara itu, staf administrasi kemahasiswaan Farah Nurul Hikam mengatakan, kuota beasiswa PPA diberikan terbatas bagi 400 peserta. Rinciannya, 300 peserta bagi mahasiswa berprestasi umum dan 100 peserta bagi mahasiswa aktivis organisasi namun berprestasi.

“Seluruh pelamar yang masuk akan kita surutkan menjadi 600 peserta saja. Dari angka itu lalu kita seleksi lagi hingga diperoleh peserta definitif sebesar 400 orang,” katanya.

Farah menjelaskan penyurutan pelamar tersebut berdasarkan peringkat IPK tertinggi dan berkas lain yang mendukung. Adapun besarnya dana yang akan diterima oleh masing-masing peserta sebesar Rp 2 juta selama satu tahun.

“Tapi jika tahun depan ada beasiswa serupa, peserta boleh mengajukan kembali,” ujarnya. (ns)

Share This