NTT, BERITA UIN Online— Siswa siswi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA) di Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), berharap bisa melanjutkan studi ke UIN Jakarta. Akses pendidikan tinggi jadi tumpuan mereka membekali diri dalam memajukan kehidupan sosial setempat di masa depan.

Harapan demikian muncul saat BERITA UIN Online mengunjungi sejumlah SMA dan MA di kabupaten yang berdiri sejak tahun 2003, Selasa-Kamis (13-22/03/2018). Tak kurang dari enam SMA/MA dikunjungi BERITA UIN Online. Di berbagai sekolah ini, BERITA UIN Online melakukan sosialisasi tentang perkuliahan di UIN Jakarta.

Di SMAN 1 Mbeliling, misalnya. Siswa-Siswi sekolah yang berlokasi di pegunungan Golo Ndoal, Kecamatan Sanno Nggoang, Manggarai Barat ini, menyampaikan harapan bisa melanjutkan kuliah ke UIN Jakarta.

Ratni, Siswi Kelas XI Jurusan Bahasa, misalnya. Ia berharap bisa melanjutkan kuliah di Prodi Bahasa dan Sastra Inggris. “Saya bercita-cita menjadi tour guide dan mempromosikan pariwisata Manggarai ke seluruh dunia. Makanya saya ingin melanjurkan belajar bahasa Inggris,” ungkapnya yang mengaku menempuh perjalanan satu setengah jam ke sekolahnya.

Beda dengan Ratni, Nuriko Windawati, rekannya di kelas XI Jurusan IPA mengaku ingin menjadi insinyur pertanian. Nuriko mengaku berkeinginan memajukan pengelolaan sumber daya alam pertanian dan perkebunan Kabupaten Manggarai Barat yang kaya seperti kopi, coklat, dan kemiri. “Saya ingin petani di Manggarai bisa mendapatkan nilai pertaniannya dengan baik,” paparnya.

Sementara Sumiati, Siswi Kelas XI Jurusan IPS, berharap bisa mendapatkan beasiswa kuliah ke UIN Jakarta dan studi di jurusan Manajemen. Dengan kuliah di jurusan itu, Sumiati berharap bisa meniti karir wirausaha sumber daya pertanian di tempat kelahirannya.

Harapan senada disampaikan siswa-siswi di SMAN 2 Sano Nggoang. Sejumlah siswa mengaku tertarik melanjutkan studi ke UIN Jakarta. Terlebih jika mereka bisa melanjutkan kuliah dengan beasiswa.

Ishaq Robbin Rahmad, misalnya. Siswa kelas XI IPA ini bercita-cita menjadi dokter. Karenanya, saat sesi tanya jawab, Robbin banyak bertanya tentang jalur seleksi, kuota, dan pendidikan profesi dokter. “Di sini, jumlah tenaga medis kurang. Makanya, saya ingin menjadi dokter,” katanya.

Diketahui, Kabupaten Manggarai Barat merupakan salah satu dari 21 kabupaten/kota Nusa Tenggara Timur. Survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Manggarai tahun 2015 mencatat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Manggarai Barat mencapai 60.04. Angka ini mengontribusikan tingkat IPM Nusa Tenggara Timur sebesar 63.13 (BPS 2016), terendah ketiga IPM nasional setelah Papua (58.05) dan Papua Barat (62.21). (farah nh/yuni nk/zm)

Share This