Gedung FITK, BERITA UIN Online– Dalam rangka studi observasi, sejumlah 160 delegasi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) IAIN Gorontalo mengunjungi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta pada Kamis (9/11/2017).

Rombongan yang terdiri dari para wakil dekan (wadek), beberapa dosen dan sejumlah mahasiswa itu diketuai oleh Dekan FTK IAIN Gorontalo Dr Mujahid Damopolii MPd menyampaikan dan diterima Dekan FITK UIN Jakarta Prof Dr Ahmad Thib Raya dan para wadek di Ruang Teater Mahmud Yunus lt 3 Gedung FITK.

Thib Raya dalam sambutannya menginformasikan, FITK UIN Jakarta saat ini telah memiliki 16 prodi dan 4 Magister, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) dan Manajemen Pendidikan Islam (MPI).

“Yang mau lanjut studi S2, kami siap menerima berapapun jumlahnya, tetapi tidak diberikan beassiwa,” ujar Thib Raya sambil berkelakar.

Prodi S1 ada 12, lanjut Thib Raya, yaitu rumpun Ilmu Agama, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), delapan prodi terakreditasi A, selebihnya B. Terakhir Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), walaupun belum ada alumni tapi terkareditasi B. Sedangkan yang masih proses akreditasi Prodi MPI, sementara institusi terakreditasi A. Untuk akreditasi secara keseluruhan, 80% prodi di UIN Jakarta terakreditasi A.

“Ini nanti yang perlu didiskusikan dan ditanyakan, apa rahasianya bisa mendapat A,” imbuh Guru Besar Pendidikan Bahasa Arab FITK ini yang pernah ditawari untuk menjadi Rektor IAIN Gorontalo ini.

“Jumlah mahasiswa FITK saat ini mencapai 5.600 orang. Sebelumnya 6.000. 400 orang kita paksa keluar dengan cesar, harus di DO. Ini instruksi rektor untuk menghabiskan yang over limit di Oktober,” tandasnya .

Sementara itu, Dekan FTK IAIN Gorontalo, IAIN Gorontalo saat ini memiliki tiga jurusan, PAI, MPI dan PGRA. “PIAUD sedang kita urus nomenklaturnya di BAN-PT. Alhamdulillah, atas jasa Pak Thib yang kita undang ke Gorontalo, PGRA dapat A,” kata Mujahid.

Ditambahkannya, “Kami studi banding ke UIN Jakarta karena merasa kita seperti kakak adik. UIN Jakarta sebagai kakak dan IAIN Gorontalo sebagai adik. Kalau kita studi banding ke universitas yang beda sangat sulit rasanya,” ungkap Mujahid.

Diketahui, kedatangan delegasi dari FTK IAIN Gorontalo tersebut berniat untuk melakukan studi observasi atas beberapa kemajuan yang telah dicapai FITK UIN Jakarta dalam bidang pengembangan mutu jurusan, sumber daya manusia dan penguatan kelembagaan di perguruan tinggi. Selanjutnya, rombongan tersebut disebar ke prodi-prodi di FITK UIN Jakarta. (mf)

Share This